Harga BBM Bakal Naik, Ini Respon Legislator Pasangkayu

Pasangkayu,EKSPOSSULBAR.CO.ID– Rencana pemerintah pusat menaikan harga BBM subsidi menuai respon beragam dari sejumlah pihak. Termasuk para legislator Pasangkayu.

Ketua DPRD Pasangkayu, Alwiaty, menyampaikan, kebijakan menaikan harga BBM subsidi ditengah situasi seperti sekarang ini bakal semakin membebani rakyat. Ia berharap pemerintah pusat kembali mengkaji kebijakan itu.

” Sekarang masyarakat dalam situasi serba sulit. Kita baru-baru dihantam pandemi, ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih. Terlebih baru-baru ini harga sawit turun drastis. Tentu akan sangat terasa berat bagi masyarakat Pasangkayu yang mayoritas petani sawit” terangnya, Kamis 1 September.

BACA JUGA:  BNPT - FKPT Sulbar Gelar Smart Bangsaku Bersatu Indonesiaku

Sementara, terkait rencana Presiden memberi bantuan sosial tunai kepada masyarakat sebagai pengganti ditariknya subsidi BBM, dinilai Alwiaty kurang efektif. Tetap tidak mampu menutupi biaya kebutuhan konsumsi BBM masyarakat.

Anggota DPRD Pasangkayu lainnya, Saifuddin Andi Baso, meminta pemerintah pusat peka melihat kondisi masyarakat sekarang. Menurutnya, kurang tepat jika mencabut subsidi BBM, tapi mestinya, regulasi penggunaan BBM subsidi diperketat.

BACA JUGA:  Askary Nakhodai Perbakin Mamuju Tengah Periode 2023-2027

” Kasian masyarakat kecil kalau subsidi BBM dicabut. Pasti akan diiringi oleh kenaikan harga bahan pokok. Saya memaklumi bahwa harga minyak dunia sekarang memang sedang naik, tapi seharusnya menanggapi itu, pemerintah memikirkan kebijakan yang lebih strategis. Misalnya, penggunaan BBM subsidi betul-betul diperketat, agar tepat sasaran” ujar anggota komisi II DPRD Pasangkayu itu.(*)