BBM Naik, DPRD Pasangkayu Jadi Sasaran Demo

Pasangkayu,EKSPOSSULBAR.CO.ID– Puluhan massa, anggota organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pasangkayu menggelar aksi unjuk rasa didepan kentor DPRD Pasangkayu, Senin 5 September. Tujuanya, menolak kenaikan harga BBM subsidi.

Koordinator aksi, Adrian, menyampaikan, kenaikan harga BBM adalah bentuk ketidak berpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil. Kenaikan harga BBM subsidi berdampak luas, sebab akan diberangi dengan kenaikan harga bahan pokok.

Ia mendesak pemerintah melalui DPRD Pasangkayu, mencabut kebijakan yang menyengsarakan rakyat itu. Sekaligus meminta pemerintah secara serius memberantas mafia BBM.

BACA JUGA:  Penataan Pasar Desa sebagai Upaya Mengokohkan Pilar Kebangsaan

” Mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran, dan mendorong untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi” ujar Adrian, lantang dalam orasinya.

Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Irfandi Yaumil, yang menerima aspirasi pendemo, tegas bersepakat dengan tuntutan mahasiswa itu. Ia sependapat, kenaikan harga BBM bakal semakin membebani kehidupan rakyat yang saat ini tengah berusaha bangkit dari pandemi.

BACA JUGA:  Penataan Pasar Desa sebagai Upaya Mengokohkan Pilar Kebangsaan

” Saya dan beberapa anggota DPRD Pasangkayu lainnya yang hadir pada kesempatan ini, sepakat menolak kenaikan harga BBM. Kita akan bersama-sama berjuang menyuarakannya. Kami siap menandatangani petisi penolakan kenaikan harga BBM” tegas politisi muda Pasangkayu itu.(*)