Pengerjaan Kantor Gubernur Sulbar Lampaui Target, Akmal: Capaian Bisa Secepat Ini

Pj Gubernur Sulbar saat meninjau progres pembangunan Kantor Gubernur Sulbar pasca gempa 6,2 magnitudo pada 2021 lalu. (Dok Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU, EKSPOSSULBAR.CO.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Akmal Malik meninjau progres pembangunan rehab rekon kantor Gubernur Sulbar pasca gempa 6,2 magnitudo pada 2021 lalu.

Pengerjaan pembangunan kantor Pemprov Sulbar dikerjakan PT Brantas Abipraya yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menelang anggaran Rp 109,3 miliar.

Pengerjaannya dimulai pada 2022 lalu dan dibangun dengan konstruksi tahan gempa.

Akmal mengapresiasi atas progres pengerjaan hingga Maret ini, yang ada telah melampaui target

BACA JUGA:  Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Mamuju Jelang Idul Adha Tembus 448 Orang

“Pekerjaan ini selesai September 2023, tetapi sampai Maret sudah sampai dititik Topping Off, ini tidak lepas dari inovasi PT Brantas. Pemprov kaget capaian bisa secepat ini,” ucap Akmal Malik.

Ia meminta, percepatan serta akselerasi pengerjaan kantor Gubernur sebagai simbol penyelenggaraan pemerintahan di Sulbar. Dengan kontruksi tahan gempa juga mendapat sertifikasi Green Building .

“Struktur bangunan menjadi hal penting tiang itu ada 227 artinya dari sisi struktur sudah sangat kuat sekali menahana bangunan hanya tiga lantai,” ucapnya.

BACA JUGA:  Penataan Pasar Desa sebagai Upaya Mengokohkan Pilar Kebangsaan

Selain itu, konstruksi bangunan juga harus menggunakan arsitektur dan material lokal, memberdayakan SDM lokal Sulbar.

“Struktur bangunan menjadi hal penting tiang itu ada 227 artinya dari sisi struktur sudah sangat kuat sekali menahana bangunan hanya tiga lantai,”kata Akmal.

Projek manajer Kantor Gubernur Sulbar Danang Wicaksana mengaku optimis dapat menyelesaikan pengerjaan bangunan sesuai target, dengan melakukan serah terima sebanyak dua kali.

BACA JUGA:  Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Mamuju Jelang Idul Adha Tembus 448 Orang

Ia mengaku, konstruksi bangunan yang telah dirancang tahan dari gempa dengan kekuatan 8,5 magnitudo. Seluruh material pun digunakan dengan standar SNI.

“Secara kontrak harusnya selesai di September, tetapi kami optimistis empat bulan lebih cepat sudah bisa serah terima di Juli,”kata Danang. (*)