Menu yang ditawarkan cukup beragam, dengan harga terjangkau. Rata-rata menu dijual seharga Rp 10.000 per porsi, kecuali nasi goreng yang dibanderol Rp 12.000.
Selama pagelaran, area UMKM mulai buka sejak pukul 10.00 WITA dan biasanya ramai hingga pukul 22.00 WITA. Fitri berharap kegiatan serupa bisa digelar rutin setiap tahun, mengingat dampak ekonominya yang sangat positif.
“Kalau bisa tiap tahun. Ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi kami sebagai pelaku UMKM,” tutur Fitri.
Sandeq Silumba sendiri merupakan agenda tahunan yang mengangkat budaya pelayaran tradisional khas Mandar. Selain menjadi tontonan menarik, event ini juga terbukti menjadi penggerak ekonomi lokal di pesisir Sulbar, khususnya sektor pariwisata dan UMKM.