“Banyak pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan secara digital. Dari situlah saya mulai merancang e-Laboroji agar pelayanan laboratorium bisa lebih cepat, efisien, dan transparan. Kemudahannya, aplikasi ini dapat diakses dari manapun dan kapanpun, sehingga kualitas kita berkonstruksi lebih terjamin melalui sistem ini,” jelasnya.
Arif menambahkan, kehadiran e-Laboroji juga berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulbar.
“Target PAD bukan sesuatu yang muluk, melainkan realistis untuk direalisasikan. Beberapa kabupaten sudah menggunakan layanan UPTD pengujian ini sebagai alat ukur kualitas konstruksi, baik tanah maupun beton. Dengan sistem digital, hal ini akan semakin memudahkan mereka yang berjarak jauh dari lokasi laboratorium dan pengujian. Aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk memastikan kualitas proyek baik milik pemerintah maupun swasta,” ungkapnya.
Dengan hadirnya e-Laboroji, Dinas PUPR Sulbar optimistis inovasi ini dapat menjadi terobosan unggulan, sekaligus model percontohan penerapan digitalisasi layanan di lingkup pemerintah daerah. (Rls)