Masyarakat Sulbar Gelar Doa Istighatsah, Harap Kedamaian Indonesia Kembali
- account_circle Dhamar
- calendar_month Sen, 1 Sep 2025
- comment 0 komentar

“Apapun kuasa kita yang berkuasa adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga itu sebagai umat beragama apapun situasinya kita hadapi, yang pertama yang kita lakukan adalah meminta tolong kepada yang di atas dan dengan hidayahnya pasti akan ada petunjuk, akan ada kesadaran sehingga bangsa dan negara kita bisa kembali damai, bisa kembali membangun, bisa kembali membangun ekonomi, kemudian pemerintahnya tegak dan rakyatnya bisa sejahtera,” ucap Suhardi.
Namun ia juga mengingatkan soal batasan. Menyampaikan pendapat memang dijamin undang-undang, tetapi jika berujung pada perusakan dan pembakaran, tetap ada konsekuensi hukum yang harus ditegakkan.
“Saya kira menyampaikan pendapat itu dijamin undang-undang, tapi penegakan hukum terhadap pengerusakan dan pembakaran apabila terjadi penindakan juga dijamin undang undang, oleh aparat untuk mengambil tindakan,” ungkapnya..
SDK berpesan agar masyarakat menjaga bangsa dan daerahnya sendiri. Menurutnya, merusak dalam bentuk apapun tidak bisa dibenarkan.
“Olehnya itu saya berpesan sayangi bangsa ini, sayangi daerah ini, karena merusak apapun namanya tidak akan pernah dibenarkan oleh siapapun, termasuk rakyat.” tuturnya.
Doa istighatsah ini sekaligus jadi ajang kebersamaan warga Sulbar. Harapannya, doa dari Mamuju bisa menjadi penyejuk, agar Indonesia kembali aman, keadilan tegak, dan pembangunan berjalan tanpa hambatan. (Rls)
- Penulis: Dhamar
