Selamat Jalan Salim S. Mengga, Sosok Pemimpin, Orang Tua Sekaligus Kakak
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Tak pernah sedikit pun saya memposisikan Pak Salim sebagai seorang ‘wakil’. Saya dan beliau adalah satu tubuh dalam memimpin daerah. Keputusan gubernur adalah keputusan wakil gubernur, demikian pula sebaliknya. Penegasan yang sering saya sampaikan di depan khalayak.
Ada setumpuk kesan mendalam saat bersama beliau menahkodai Sulawesi Barat. Saat kami wajib untuk merealisasikan visi Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera seperti yang kami janjikan. Dalam perjalanannya, semakin penghargaan dan kepercayaan itu saya berikan ke Pak Salim, rasa-rasanya beliau membalasnya dengan menghujani saya berlipat kali penghargaan dan kepercayaan.
Sebuah hubungan yang menutup celah perbedaan bagi kami berdua untuk berpeda pandangan dalam menjalankan roda pemerintahan. Itu yang benar-benar membuat saya kehilangan.
Bukan berlebihan jika saya menganalogikan kepergian Pak Salim, ibarat satu rumah besar bernama Sulawesi Barat yang kehilangan salah satu tiang penyangganya. Betapa beliau punya peran yang sangat berarti bagi saya, bagi masyarakat Sulawesi Barat.
Pak Salim, sosok yang teduh dalam setiap petuahnya. Tegas dalam sikap dan prinsip, sederhana, serta amanah pada tugas, tanggung jawab dan pengabdian. Saya kehilangan salah satu kepingan penting dalam hidup, pun dengan Provinsi Sulawesi Barat yang kini larut dalam duka. Entah akan seperti apa adik mu ini menjalani hari, memimpin daerah tanpa kehadiran mu.
Selamat jalan Daeng, sampai ketemu di keabadian. (*)
- Penulis: Ekspos Sulbar
