Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Simalakama UU HKPD, Wawancara Khusus dengan Gubernur Sulbar

Simalakama UU HKPD, Wawancara Khusus dengan Gubernur Sulbar

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

3. Bagaimana dengan isu PHK ke PPPK atau Penghapusan TPP ?
“Jadi kita tidak punya jalan apa-apa. Makanya saya suarakan secara lantang tentang opsi pemutusan PPPK. Nah dari pernyataan saya itu, mulai ada perhatian dari pemerintah pusat. Tahun ini, opsi untuk memberhentikan PPPK tidak ada. Karena kita belum dikenakan sanksi tahun 2026, kan aturan ini efektif berlaku di tahun 2027. Menghapus TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) ?, bisa saja opsi itu ada, tapi pasti kita akan dicaci oleh ASN”

4. Merubah nomenklatur belanja, apakah bisa menyelematkan daerah ?
“Kami sudah hitung. Jika hanya ada item gaji serta Tunjab (Tunjangan Jabatan) di dalam nomenklatur belanja pegawai, itu sudah memenuhi ketentuan 30 Persen. Catatannya, adalah mengeluarkan item TPP, Kinerja guru, belanja PPPK, serta BPJS bagi para pegawai. Kalau itu yang ditiadakan, saya kira kita sudah memenuhi syarat. Saya dapat informasi, item Kinerja guru itu bisa dikeluarkan (dari nomenklatur belanja pegawai). Kalau begitu, kenapa TPP tidak bisa keluar, PPPK tidak bisa keluar. Kan dia bisa jadi belanja operasional. Bukan kita tidak punya uang. Uangnya ada, hanya yang tidak bisa adalah nomenklaturnya, karena masih melekat di nomenklatur belanja pegawai. Untuk mengubah nomenklatur itu kewenangannya ada di Kemendagri, karena dia yang membuat sistemnya. Kalau itu tidak diubah, kita tidak bisa memasukkan item belanja-belanja itu”

5. Jadi, ini bukan tentang efisiensi belanja ?
“Data Kemendagri itu ada 300 lebih daerah juga mengeluhkan hal ini. Di tataran gubernur, itu sudah banyak yang menyuarakan. NTT, saya, Lampung dan sejumlah gubernur lainnya. Respon pemerintah pusat inilah yang sedang kita tunggu. Saat ini kan kita sedang dalam tahap penyusunan APBD tahun 2027, kita berharap, sebelum dokumen itu kita bawa ke DPRD, sudah ada perubahan nomenklatur belanja itu. Prinsipnya adalah, belanja pegawai kita tidak ada yang berkurang tidak ada penambahan. Yang masalah adalah APBD kita yang berkurang, karena adanya beberapa pemotongan anggaran dari pusat. Ini soal persentase, bukan soal efisiensi. Dan itu kewenangannya ada di pemerintah pusat.

6. Bagaimana dengan Kondisi di enam Kabupaten di Sulbar ?
“Semua Bupati tidak ada yang mampu. Mamuju misalnya, persentase belanja pegawainya itu di 35,80 Persen, Majene di 44,13 Persen, Polman 43,51 Persen, Mamasa 39,46 Persen, Pasangkayu 40,50 Persen, serta Mamuju Tengah di 38,76 Persen. Sementara persentase belanja pegawai kita di provinsi ada di 31,08 Persen. Itu semua kita sudah keluarkan tunjangan guru. Jadi semua masih di atas ketentuan Undang-Undang”

7. Mengurangi gaji PPPK, apakah masuk dalam pilihan jalan keluar ?
“Opsi itu mungkin jadi pilihannya. Misalnya, kita masih membutuhkan penurunan sekitar 0,5 Persen untuk mencapai 30 Persen, yah bisa saja pilihan pengurangan gaji kepada PPPK itu kita tempuh. Karena tidak akan mungkin gaji PNS yang kita mau kurangi. Saya memang telah menyuarakan itu semua, termasuk kemungkinan pemberhentian PPPK. Meski banyak yang tidak memahami pernyataan saya itu. Yah, sengaja saya ambil resiko itu supaya Kemendagri memberi atensi, wah bahaya Sulbar mau pecat PPPK-nya. Saya katakan, bukan soal kita tidak mampu membayar gajinya. Hanya saja, persentasenya masih melebihi ketentuan. Ini bukan soal efisiensi.

8. Untuk memenuhi ketentuan 30 Persen belanja pegawai itu, berapa anggaran yang mesti dihilangkan dari nomenklatur tersebut ?
“Kita masih harus mengurangi sekitar Rp 220 Miliar di 2027. Karena dari Rp 1,6 Triliun APBD kita, belanja pegawainya ada di Rp 480 Miliar. Hituangnnya itu Rp 1,6 Triliun kali 30 Persen, Rp 480 Miliar. Sekarang belanja pegawai kita itu kisaran Rp 700 Miliar, jadi Rp 220 Miliar yang harus dikurangi”. (*/rls)

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tinjau Serapan Anggaran 2018, Wakil Bupati Mamuju Lakukan Monev

    Tinjau Serapan Anggaran 2018, Wakil Bupati Mamuju Lakukan Monev

    • calendar_month Rab, 24 Okt 2018
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 493
    • 0Komentar

    “Kemudian ada beberapa antisipasi yang lain, seperti beberapa kegiatan yang telah dikoordinir oleh kepala bidang disetiap OPD, mereka melakukan pelaporan secara periodik perminggu melalui aplikasi WA, dilengkapi dengan foto supaya progresnya itu lebih cepat,” sebut Irwan. Meski belum dapat disebutkan secara spesifik, Irwan Pababri selaku ketua tim monev menyimpulkan, secara umum serapan anggaran di Kecamatan […]

  • Asistensi APBD 2020, Sekkab Pasangkayu Tegaskan Program Preoritas Bupati.

    Asistensi APBD 2020, Sekkab Pasangkayu Tegaskan Program Preoritas Bupati.

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 546
    • 0Komentar

    “ Kalau memang perlu upaya pompanisasi kenapa tidak dilakukan itu. Kalau bisa melalui APBD tidak usah menunggu anggaran DAK (Dana Alokasi Khusus). Bupati menginginkan pengairan persawahan tidak mengalami masalah” tegasnya. Selain itu, Ia juga menyinggung soal maksimalisasi PAD di Dinas Perikanan dan Kelautan melalui penyewaan ekskavator yang akhir-akhir ini menjadi sorotan. Ia meminta pengelolaan alat […]

  • Inspektorat Sulbar Hadiri Entry Meeting Pemeriksaan BPK RI Terkait Lingkungan Hidup dan Pertambangan

    Inspektorat Sulbar Hadiri Entry Meeting Pemeriksaan BPK RI Terkait Lingkungan Hidup dan Pertambangan

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 127
    • 0Komentar

    “Kami berharap kerja sama dan dukungan penuh dari seluruh perangkat daerah terkait, agar data dan informasi yang dibutuhkan dapat terpenuhi tepat waktu, sehingga hasil pemeriksaan bisa memberikan rekomendasi perbaikan yang konstruktif,” ujarnya. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung sejak 19 Agustus hingga 17 September 2025. Inspektur Daerah, M Natsir, juga menegaskan kesiapan Inspektorat Daerah untuk mendukung penuh kelancaran […]

  • Tujuh Rumah di BTN Maspul Mamuju Hangus Terbakar, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

    Tujuh Rumah di BTN Maspul Mamuju Hangus Terbakar, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

    • calendar_month Sab, 1 Feb 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Untungnya tak ada korban jiwa. Namun harta benda tidak ada bisa diselamatkan. Karena api memgamuk saat beberapa rumah dalam keadaan kosong. Nyaris saja kobaran api makin besar. Untungnya, tumpukan gas LPG di salah satu rumah yang menjadi pangkalan LPG tidak tersulit api. Penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas Identifikasi DVI Polres Mamuju masih menyelidiki penyebab kebakaran. […]

  • Pemkab Pasangkayu dan Pemkab se-Sulbar Rakor Dengan KPK RI.

    Pemkab Pasangkayu dan Pemkab se-Sulbar Rakor Dengan KPK RI.

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 334
    • 0Komentar

    “ Ini merupakan salah satu komitmen bersama dalam rangka upaya mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dilingkup pemerintah daerah, khususnya dibidang aset daerah” pungkasnya.(has)

  • Kalla Toyota Siapkan Bengkel Siaga Sambut Libur Tahun Baru

    Kalla Toyota Siapkan Bengkel Siaga Sambut Libur Tahun Baru

    • calendar_month Sen, 26 Des 2022
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Tak hanya itu, ada pula program dari yang tak kalah menguntungkan pelanggan, yaitu Toyota Tire Solution. Program ini dikhususkan kepada pelanggan yang ingin melakukan penggantian ban, dimana pelanggan bisa mendapatkan diskon hingga 17 persen dengan benefit berupa gratis balancing, pentil ban dan nitrogen. Adapun manfaat mengisi angin ban dengan nitrogen, diantaranya stabilitas mobil lebih maksimal, […]

expand_less