Festival Jiwa Wastra Dibuka, Pemprov Sulbar Perkuat Strategi Pengembangan Tenun
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Sab, 18 Apr 2026
- comment 0 komentar

Ia juga menekankan peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai contoh dalam penggunaan produk lokal. Hal ini sejalan dengan peraturan gubernur yang mewajibkan penggunaan batik atau tenun Sulbar setiap hari Kamis.
“Kita harus menggalakkan itu agar menjadi kebiasaan dan budaya,” tegas Junda Maulana.
Lebih lanjut, Junda Maulana menjelaskan bahwa produksi tenun perlu dibagi menjadi dua kategori, yaitu produk biasa dan premium. Produk biasa ditujukan untuk penggunaan sehari-hari oleh masyarakat dengan desain yang telah dimodifikasi, sementara produk premium disiapkan untuk pasar luar daerah hingga internasional.
“Produk premium ini penting agar konsumen tidak kecewa terhadap kualitas dan daya tahan,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Junda Maulana juga menyampaikan apresiasi kepada Founder Oerip Indonesia, Dian Erra Kumalasari, yang dinilai telah berperan besar dalam mempromosikan tenun Sulbar hingga ke tingkat nasional dan internasional.
“Kita bangga tenun kita sudah dibumikan dan diangkat oleh Ibu Dian Oerip. Ini sangat baik karena ada pemerhati yang membawa tenun kita ke level lebih tinggi,” tutur Junda Maulana.
Melalui Event Jiwa Wastra Sulbar, pemerintah berharap kolaborasi antara pelaku usaha, desainer, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjadikan tenun sebagai identitas sekaligus penggerak ekonomi Sulbar. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
