Beberapa Hari Udara di Mamuju Berasap, BPBD Sulbar Ingatkan Bahaya Partikulat Bagi Anak, Lansia, Ibu Hamil
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 59 menit yang lalu

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap dan partikulat udara.
Imbauan tersebut disampaikan Yasir Fattah menanggapi kondisi udara di Kabupaten Mamuju yang dalam beberapa hari terakhir tampak lebih berasap dan dilaporkan berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Ia mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, khususnya karena Kabupaten Mamuju merupakan salah satu wilayah yang saat ini berada dalam konteks ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Asap yang terlihat di wilayah Mamuju tidak serta-merta dapat disimpulkan seluruhnya berasal dari kejadian kebakaran di dalam wilayah Mamuju. Berdasarkan informasi yang diberitakan, terdapat dugaan kontribusi asap kiriman dari aktivitas Karhutla di wilayah Kalimantan, sehingga diperlukan pemantauan dan verifikasi lintas instansi,” ujar Muhammad Yasir Fattah, Senin, 5 Oktober 2026.
Yasir menjelaskan, dari perspektif penanggulangan bencana, kualitas udara merupakan bagian dari dampak yang harus diantisipasi secara serius. Paparan asap dalam jangka panjang dapat mengganggu pernapasan, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
Oleh karena itu, BPBD Provinsi Sulawesi Barat bersama BPBD Kabupaten Mamuju dan unsur terkait akan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi lapangan, informasi kualitas udara, potensi Karhutla, serta dampaknya terhadap masyarakat.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci. BPBD akan memperkuat koordinasi dengan BMKG untuk informasi cuaca dan kualitas udara, Dinas Kesehatan untuk kesiapsiagaan layanan kesehatan dan dampak ISPA, Dinas Lingkungan Hidup untuk pemantauan partikulat, serta pemerintah kabupaten, TNI/Polri dan unsur terkait untuk pengendalian Karhutla di lapangan.
Langkah ini diperlukan untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat bersifat akurat, terverifikasi, dan dapat ditindaklanjuti tanpa menimbulkan kepanikan.
BPBD Provinsi Sulawesi Barat mengimbau masyarakat untuk:
1. Mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara terlihat semakin berasap atau berbau asap menyengat.
- Penulis: Ekspos Sulbar

