Suhardi Duka Ajak Alumni Hipermaju Bersatu Majukan Daerah Meski Berbeda Pilihan
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, mengenang perjalanan masa mudanya saat menempuh pendidikan di Makassar dalam acara buka puasa dan salat tarawih bersama alumni Hipermaju Sulbar, Senin, 16 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka yang merupakan salah satu alumni Hipermaju menegaskan bahwa Hipermaju memiliki peran besar dalam perjalanan banyak tokoh di Mamuju.
“Tidak ada orang besar di Mamuju yang tidak melalui Hipermaju,” kata Suhardi Duka.
Ia menceritakan bahwa kehidupan mahasiswa pada masa lalu jauh lebih berat dibandingkan sekarang. Mahasiswa, kata dia, benar-benar harus berjuang untuk menyelesaikan kuliah. Menurutnya, pada masa itu mahasiswa dari perguruan tinggi swasta seperti yang kuliah di Makassar harus mengikuti ujian negara dengan tingkat kelulusan yang sangat ketat.
“Biasa enam mata kuliah, satu yang lulus. Jadi kalau ada yang selesai lima tahun, enam tahun, tujuh tahun, itu sudah hebat,” ujarnya.
Bahkan, kata dia, tidak sedikit mahasiswa yang terpaksa pulang ke kampung halaman setelah meraih gelar sarjana muda (BA) karena keterbatasan ekonomi keluarga. Gubernur Suhardi Duka juga mengungkapkan bahwa harapan orang tua pada masa itu menyekolahkan anak ke Makassar umumnya hanya satu, yakni agar menjadi pegawai negeri sipil.
“Kalau anaknya sudah jadi PNS, apalagi sarjana, itu sudah dianggap jadi manusia,” kata Suhardi Duka sambil mengenang pandangan masyarakat saat itu.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Suhardi Duka juga berbagi kisah kehidupan pribadinya. Ia menikah saat masih berstatus mahasiswa semester tiga pada tahun 1983.
Selama satu setengah tahun ia tinggal di asrama mahasiswa, kemudian setelah menikah ia tinggal di rumah mertuanya.
“Sebelas bulan setelah saya kawin, lahir anak pertama tahun 1984,” tuturnya.
- Penulis: Ekspos Sulbar
