Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Catatan dari Desa Bela-Kopeang: Negara yang Belum Sampai di Ujung Jalan

Catatan dari Desa Bela-Kopeang: Negara yang Belum Sampai di Ujung Jalan

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Oleh: Hajrul Malik (Dirut Perseroda PT. Sulawesi Barat Malaqbi)

Di Desa Bela-Kopeang, Kabupaten Mamuju, Sulbar, saya kembali diingatkan bahwa ada bagian dari negeri ini yang belum benar-benar tersentuh pembangunan.

Saya pernah sampai ke tempat ini, bertahun-tahun lalu—saat masih menjadi anggota DPRD Mamuju. Dan jujur saja, tidak banyak pejabat yang benar-benar sampai ke titik ini.
Karena untuk tiba di sana, kita tidak cukup hanya dengan niat. Kita harus menempuh perjalanan panjang—berjalan kaki, menunggang kuda, menembus keterisolasian yang nyata.

Hari ini, sebagian telah berubah. Akses jalan dasar mulai terbuka, kendaraan tertentu sudah bisa masuk. Namun mari kita jujur, itu belum cukup untuk disebut sebagai kehadiran negara yang utuh.

Jalan menuju Desa Bela sepanjang kurang lebih 30 kilometer telah lama diusulkan. Sejak periode pemerintahan sebelumnya. Namun hingga kini, pembangunan masih berhadapan dengan dua hal klasik: status kawasan hutan lindung dan keterbatasan fiskal.

Di sinilah kita melihat ironi pembangunan kita—negara ada dalam perencanaan, tetapi belum sepenuhnya hadir dalam kenyataan. Ketika gempa terjadi, bantuan harus datang dengan helikopter. Artinya, dalam kondisi darurat, negara bisa menjangkau.

Tetapi dalam kehidupan sehari-hari,
masyarakat masih harus berjuang sendiri.

Apakah ini yang kita sebut pembangunan? Namun tulisan ini bukan untuk menyalahkan. Karena saya tahu, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Tenaga kesehatan tetap bekerja. Bidan desa mendatangi rumah warga. Kunjungan nifas dilakukan, edukasi diberikan, rujukan dianjurkan. Bahkan hingga menjelang persalinan, komunikasi dengan keluarga tetap dijaga.

Ini penting untuk dicatat: sistem berjalan. Tetapi sistem itu berjalan dalam keterbatasan yang nyata. Geografi yang sulit, transportasi yang terbatas, keputusan keluarga yang kompleks—semua bertemu dalam satu titik yang seringkali di luar kendali prosedur.

Maka, menyederhanakan persoalan ini sebagai kelalaian adalah ketidakadilan.
Namun membiarkannya sebagai “nasib daerah terpencil” juga adalah kegagalan.

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Sulbar Alokasikan Rp1,23 Miliar untuk Jaminan BPJS Kesehatan 3.644 Warga Majene

    Pemprov Sulbar Alokasikan Rp1,23 Miliar untuk Jaminan BPJS Kesehatan 3.644 Warga Majene

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 123
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, Mamuju — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) mengalokasikan bantuan iuran Jaminan Kesehatan Daerah (PBPU dan BP Pemda) buat 3.644 jiwa di Kabupaten Majene pada tahun 2025. Nilai bantuannya mencapai Rp1,23 miliar. Kebijakan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi persiapan pengumpulan data bantuan dan kegiatan pembangunan SKPD Provinsi Sulbar pada APBD maupun Perubahan APBD 2025. […]

  • Triwulan I 2023, Realisasi Investasi Jawa Barat Tertinggi secara Nasional

    Triwulan I 2023, Realisasi Investasi Jawa Barat Tertinggi secara Nasional

    • calendar_month Sen, 1 Mei 2023
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal merilis data realisasi investasi periode Januari-Maret (Tiwulan I) 2023 sebesar Rp328,9 triliun, meningkat sebesar 16,5 persen dibanding dengan periode yang sama pada 2022. Total realisasi investasi tertinggi masih dipegang oleh Provinsi Jawa Barat sebesar Rp50 triliun, diikuti oleh DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Banten. Untuk […]

  • Bupati Agus : Orang Luar ke Pasangkayu Harus Karantina 14 Hari

    Bupati Agus : Orang Luar ke Pasangkayu Harus Karantina 14 Hari

    • calendar_month Kam, 3 Des 2020
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 436
    • 0Komentar

    ekspossulbar.com,PASANGKAYU– Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa dengan tegas memerintahkan tim Satgas Covid 19 untuk mengkarantina orang luar yang masuk ke wilayah dipimpinnya ini. Itu disampaikannya saat rapat dengan tim Satgas Covid 19 dan unsur pimpinan Forkopimda, Kamis 3 Desember. Ketegasan itu didorong rasa kekhawatiran akan semakin meningkatnya kasus positif di Pasangkayu. Terlebih jelang Pilkada ini […]

  • Bupati Pasangkayu Terima Kunjungan Wabup Sigi

    Bupati Pasangkayu Terima Kunjungan Wabup Sigi

    • calendar_month Kam, 11 Feb 2021
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 189
    • 0Komentar

    ekspossulbar.com,PASANGKAYU– Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa menerima kunjungan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis 11 Februari. Ikut mendampingi Bupati Agus, Sekkab Firman dan Calon Wabup Hernya Agus. Pertemuan berlangsung diruang kerja bupati. Dalam kesempatan itu, Agus Ambo Djiwa banyak bercerita kondisi pemerintahan yang dipimpinnya kepada Wabup Paulina. Ia juga banyak bercerita terkait […]

  • hilirisasi industri kelapa dalam

    Dorong Hilirisasi Industri Kelapa Dalam, Pemprov Sulbar Gandeng Investor MKH Oil Palm East Kalimantan

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 131
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, Mamuju — Pemprov Sulbar terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi dari berbagai sektor. Di antaranya, industri hilirisasi kelapa dalam. Hal tersebut diketahui saat Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur (Wagub), Salim S Mengga melakukan pertemuan dengan investor Maju Hadapan Kalimantan (MKH) Oil Palm (East Kalimantan) di ruang Oval lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu […]

  • Rakor Pengendalian Inflasi, Plh Sekprov Herdin: Kita Lakukan Tiga Langkah Pengendalian

    Rakor Pengendalian Inflasi, Plh Sekprov Herdin: Kita Lakukan Tiga Langkah Pengendalian

    • calendar_month Sel, 25 Mar 2025
    • account_circle Chamar
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Mamuju (ekspossulbar.co.id) – Pelaksana Harian Sekprov Sulbar, Herdin Ismail memimpin hadiri rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2025 di ruang rapat Sekretariat Daerah secara daring bersama Mendagri, Senin 24 Maret 2025. Hadir perwakilan Korem142/Tatag, Kejati Sulbar, Polda Sulbar, BPS Sulbar, BI Sulbar, Asisten Ekbang Setda Sulbar, dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Khusus untuk Sulbar kami […]

expand_less