Pemprov Sulbar Maksimalkan Percepatan Pencairan Beasiswa Mahasiswa
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) dibawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, terus memaksimalkan upaya percepatan pencairan beasiswa bagi mahasiswa penerima. Langkah tersebut dilakukan di tengah adanya sejumlah penerima yang mengalami keterlambatan akibat proses kelengkapan dan verifikasi dokumen.
Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Sulbar, Murdanil mengatakan, pencairan beasiswa merupakan tahap akhir dari proses panjang yang harus dilalui penerima.
“Pencairan beasiswa ini adalah ujung dari sebuah proses panjang,” kata Murdanil.
Menurutnya, proses pemberkasan yang dilakukan Tim Beasiswa merupakan bagian dari fasilitasi untuk memastikan seluruh dokumen pencairan penerima telah lengkap dan sesuai dengan regulasi beasiswa maupun ketentuan pengelolaan keuangan daerah.
Kelengkapan dokumen mahasiswa menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi waktu pencairan. Sejumlah mahasiswa, kata dia, berpotensi mengalami keterlambatan apabila dokumen yang dibutuhkan belum lengkap atau masih memerlukan perbaikan.
Murdanil menjelaskan, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh belum optimalnya komunikasi antara sebagian penerima dengan Tim Beasiswa, khususnya dalam proses fasilitasi kepada pihak kampus.
“Hal ini lebih karena kurangnya komunikasi intensif dengan Tim Beasiswa untuk bisa dibantu fasilitasi ke pihak kampus,” ujarnya.
Saat ini, Tim Beasiswa disebut tengah meningkatkan komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi yang memiliki cukup banyak penerima beasiswa Pemprov Sulbar. Di antaranya UIN Alauddin Makassar, STAIN Makassar, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan administrasi yang dihadapi mahasiswa, termasuk mencari solusi agar kewajiban pembayaran di kampus tidak menjadi hambatan selama proses pencairan beasiswa berlangsung.
Tim Beasiswa juga telah melakukan komunikasi secara personal maupun melalui grup WhatsApp untuk mencari alternatif penyelesaian. Salah satu opsi yang sedang dikomunikasikan adalah kemungkinan penggunaan dokumen penjamin dari kampus sehingga mahasiswa dapat memperoleh penangguhan pembayaran UKT hingga proses pencairan beasiswa selesai.
“Tim kami juga sudah melakukan upaya percepatan pencairan, dan sudah melakukan upaya komunikasi ke personal melalui WhatsApp Group untuk mencari solusi selain cuti, termasuk ke kampus apakah perlu dokumen penjamin yang bisa digunakan untuk memberikan penangguhan pembayaran UKT sampai proses pencairan selesai,” jelas Murdanil.
- Penulis: Ekspos Sulbar

