DKPPKB Sulbar Koordinasikan Penguatan Layanan Kesehatan Jiwa, Dorong Deteksi Dini hingga Masyarakat
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 29 menit yang lalu

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melakukan pertemuan koordinasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana dalam rangka memperkuat layanan kesehatan jiwa di Sulawesi Barat.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, membahas kondisi pelayanan kesehatan jiwa, penguatan deteksi dini, serta dukungan lintas sektor dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan jiwa bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Asisten, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi Rahim, Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Kesehatan Kelompok Rentan, serta psikiater dan psikolog klinis RSUD Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa di RSUD Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan perhatian yang semakin besar. Hal ini terlihat dari masyarakat yang semakin terbuka dan memiliki kesadaran untuk memeriksakan kondisi kesehatan jiwanya, tidak hanya ketika mengalami gangguan jiwa berat, tetapi juga pada kondisi ringan hingga sedang.
Psikiater RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Otto Parandangi, Sp.KJ, menyampaikan bahwa pasien yang datang mendapatkan pelayanan di poli jiwa RSUD Provinsi Sulawesi Barat banyak berada pada rentang usia produktif, yakni sekitar 18 hingga 40 tahun.
Menurutnya, munculnya gangguan kesehatan jiwa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah stigma, pengalaman kehilangan, faktor lingkungan dan kondisi kehidupan, serta berbagai faktor lain yang bersifat multifaktorial, termasuk faktor genetik.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesehatan jiwa perlu mendapat perhatian sejak dini. Penanganan tidak hanya dilakukan ketika seseorang telah mengalami gangguan yang berat, tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali tanda-tanda awal masalah kesehatan jiwa dan mencari pertolongan secara tepat.
DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat saat ini juga terus mendorong pelaksanaan skrining kesehatan jiwa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Skrining dilakukan secara bertahap, mulai dari lingkungan sekolah hingga masyarakat, sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan identifikasi masyarakat yang membutuhkan tindak lanjut pelayanan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa skrining kesehatan jiwa menjadi bagian dari pelaksanaan CKG yang merupakan salah satu program pemerintah, sehingga upaya deteksi dini perlu terus diperkuat dan diperluas.
- Penulis: Ekspos Sulbar

