Selain itu pelatih tinju David mengatakan, untuk meminimalisirkan dana yang ada pihaknya hanya menurunkan tiga atlet Tinju saja yang seharusnya berjumlah enam orang namun dengan keterbatasan anggaran yang diberikan KONI, maka tidak semua atlit Tinju diberangkatkan.
“Untuk tinju pada musim ini kami targetkan 1 Emas dan 2 perunggu, karena dua anggota yang kami turunkan baru pemula, kalau yang satu kami yakin mendapat Emas,” kata David.
Sementara Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi, saat ditemui di Rumah jabatannya (Rujab) mengatakan, dengan minimnya anggaran yang dikelola Pemerintah Daerah (Pemda) Mmaasa pada tahun 2018, ini membuat pengalokasian anggaran untuk KONI Mamasa untuk Porprov III Sulbar sangat minim.
Dimana tahun ini musim politik dan bencana di daerah Sulawesi tengah dan Kecamatan Tabulahan kabupaten Mamasa yang tengah berpartisipasi dalam pemulihan membuat anggaran mines untuk kegiatan tersebut.
Ia menyebutkan anggaran yang dikucurkan Pemda terhadap kegiatan tersebut hanya Rp 600 juta. Sehingga ia mengharapkan KONI memaksimalkan Anggaran yang ada untuk mengikutsertakan cabang olah raga yang tidak banyak pesertanya seperti, atlik tinju, karateka, tennis meja, demi memenuhi kuota Mamasa dalam menyukseskan Porprov III Sulbar.
“Memang kami sudah koordinasi dengan KONI Cabang Mamasa untuk memberangkatkan cabang olah raga yang tidak banyak pesertanya,” terang Ramlan. (Nur)