Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Mamasa » TMMD Sentuh Duicker, Jalan Banea Tak Lagi Becek.

TMMD Sentuh Duicker, Jalan Banea Tak Lagi Becek.

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month Rab, 22 Sep 2021
  • comment 0 komentar

“Kami sebagai warga sangat senang karena akses jalan yang semula susah dilalui, terutama bila musim hujan, sekarang akan lebih mudah,” ucap Pupung saat di konfirmasi di lokasi TMMD ke 112, Rabu 22 September 2021.

Kata dia selain Duicker yang dikerjakan saat ini, ruas jalan penghubung Desa Banea dan Desa Batang nguru juga diperlebar.

“Sebelumnya, jalan di sini sempit kalau berpapasan dengan mobil, pemotor harus mencari sela supaya mobil bisa lewat.katanya (Gun)

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Awali Safari Ramadhan Di Mambi

    Bupati Awali Safari Ramadhan Di Mambi

    • calendar_month Rab, 15 Mei 2019
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 696
    • 0Komentar

    Bupati Mamasa Dr. H. Ramlan Badawi, menyampaikan Sambutan saat melaksanakan safari ramadhan di Mambi selasa 14/05/2019

  • Wakapolda Sulbar Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Aksi Bersih Pantai Manakarra

    Wakapolda Sulbar Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Aksi Bersih Pantai Manakarra

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Chamar
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Brigjen Pol. Rachmat Pamudji tampak aktif berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia memberikan contoh nyata kepemimpinan yang peduli terhadap lingkungan, sekaligus mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam menjaga kebersihan alam. “Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian alam,” ujar Wakapolda. Ia juga menegaskan bahwa menciptakan lingkungan […]

  • Hadiri Puncak HKG PKK ke 49, Ini Harapan Bupati Pasangkayu

    Hadiri Puncak HKG PKK ke 49, Ini Harapan Bupati Pasangkayu

    • calendar_month Sel, 28 Sep 2021
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 166
    • 0Komentar

    ” Sekarang masih dalam pandemi Covid 19. PKK sebagai mitra pemerintah memiliki peran strategis dalam upaya mencegah virus corona melalui berbagai kegiatan sosial, termasuk dalam penanganan dan pencegahan stunting” ujar Bupati. Lebih lanjut ia berharap, TP PKK Pasangkayu terus meningkatkan program kerja melalui inovasi dan kreativitas yang dimiliki.(*/)

  • Pemerintah Imbau Masyarakat Salat Idul Adha di Rumah

    Pemerintah Imbau Masyarakat Salat Idul Adha di Rumah

    • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 519
    • 0Komentar

    “Soal pembagiannya tidak boleh lagi ada kerumunan seperti tahun-tahun sebelum ada pandemi, membagi kupon kemudian masyarakat datang, tetapi kita mengatur supaya hewan kurban diantarkan langsung kepada yang berhak,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, Menag Yaqut juga menjelaskan tentang hukum ketaatan yang ada di dalam agama Islam, dimana taat kepada Allah dan taat kepada rasul itu mutlak, […]

  • Atas Permintaan Gubernur Suhardi Duka, 14 Perusahaan Sawit di Sulbar Ambil Peran Tangani Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

    Atas Permintaan Gubernur Suhardi Duka, 14 Perusahaan Sawit di Sulbar Ambil Peran Tangani Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 166
    • 0Komentar

    “Miskin ekstrem ini tanggung jawab saya sebagai gubernur. Bayangkan kalau ada orang yang tidak makan satu hari, saya berdosa. Pemimpin itu berdosa,” ucapnya. Untuk itu, Gubernur Suhardi Duka meminta agar setiap perusahaan sawit mengintervensi satu desa di sekitar wilayah operasionalnya. Menurutnya, tidak boleh ada buruh, petani plasma, maupun warga desa sekitar kebun sawit yang mengalami […]

  • Apresiasi Kenaikan HPP, Ajbar Ingatkan Risiko Tengkulak

    Apresiasi Kenaikan HPP, Ajbar Ingatkan Risiko Tengkulak

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2025
    • account_circle Chamar
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Politisi Fraksi PAN ini mengungkapkan bahwa berdasarkan temuannya di lapangan, banyak petani yang masih terikat dengan tengkulak. Ia menilai bahwa sistem yang diterapkan tengkulak sangat kuat dan sulit dihindari oleh petani. “Saat ini, petani di daerah harus membeli pupuk subsidi dengan harga Rp115.000 per sak untuk jenis NPK, tetapi mereka tidak mampu membayar secara tunai. […]

expand_less