DKP Sulbar Dukung Penguatan Kapasitas Nelayan melalui Sosialisasi Pengelolaan Hasil Perikanan
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Rab, 26 Agu 2026

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Ikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh bagaimana ikan ditangkap, tetapi juga bagaimana ikan diperlakukan setelah berada di atas kapal. Penanganan yang tepat sejak ikan ditangkap menjadi salah satu kunci menjaga mutu, keamanan pangan, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, dalam mendorong penguatan sektor kelautan dan perikanan, termasuk peningkatan kapasitas dan kesejahteraan nelayan.
Hal ini mengemuka dalam kunjungan Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Mamuju ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat, Rabu, 26 Agustus 2026. Kunjungan yang berlangsung di Aula DKP Sulbar tersebut diterima langsung oleh Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S. DM, didampingi Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) serta staf teknis.
Tim BPPMHKP Mamuju yang hadir dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Riki Purnomo. Pertemuan membahas rencana pelaksanaan kegiatan sosialisasi pengelolaan hasil perikanan yang akan dilaksanakan BPPMHKP Mamuju pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, BPPMHKP Mamuju mengundang Kepala DKP Sulbar untuk berpartisipasi sebagai pemateri dalam kegiatan sosialisasi yang rencananya dilaksanakan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sumare, Kabupaten Mamuju.
Kegiatan tersebut menyasar nelayan sebagai peserta utama, dengan jumlah yang diperkirakan mencapai 30 orang. Salah satu materi penting yang akan diberikan adalah penanganan ikan di atas kapal, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman nelayan mengenai pentingnya menjaga mutu hasil tangkapan sejak ikan pertama kali diangkat dari laut.
Penanganan ikan yang baik di atas kapal menjadi aspek penting dalam rantai pasok perikanan. Praktik seperti menjaga kebersihan, mempercepat proses penanganan, mempertahankan suhu ikan, serta menggunakan sarana dan metode penyimpanan yang sesuai dapat membantu mempertahankan kualitas ikan hingga sampai ke konsumen.
Selain DKP Sulbar, kegiatan tersebut juga akan melibatkan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari sebagai salah satu narasumber. Kolaborasi antarlembaga ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih komprehensif kepada nelayan, baik dari sisi teknis penanganan hasil tangkapan maupun pengelolaan operasional perikanan.
Kegiatan sosialisasi ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk mendukung sistem pengembangan operasional Kampung Nelayan Merah Putih. KNMP diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi ruang peningkatan kapasitas nelayan melalui penerapan praktik perikanan yang baik dan berkelanjutan.
- Penulis: Ekspos Sulbar

