Tekan Stunting, Pemprov Sulbar Dorong Inovasi Pangan Fungsional
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 4 jam yang lalu

Selain inovasi pangan, Junda Maulana menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu sektor karena berkaitan dengan beragam faktor yang saling memengaruhi.
Ia menyampaikan tiga pendekatan yang perlu diperkuat dalam penanganan stunting di Sulbar, yakni pendekatan holistik, kolaboratif, dan digitalisasi.
Pendekatan holistik diperlukan agar penanganan stunting mempertimbangkan berbagai faktor penyebab dan tidak hanya berfokus pada satu aspek. Sementara itu, pendekatan kolaboratif menuntut keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja bersama tanpa terhambat ego sektoral.
Adapun pendekatan digitalisasi dilakukan melalui pemanfaatan sistem informasi untuk mendukung koordinasi dan pemantauan program penanganan stunting secara terpadu.
Dalam hal ini, Pemprov Sulbar telah memiliki Dashboard Pastipadu yang digunakan untuk mendukung penanganan stunting secara terintegrasi.
Junda Maulana berharap, kegiatan diseminasi dan edukasi yang melibatkan Bappenas dan BRIN tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bappenas dan BRIN atas pelaksanaan kegiatan tersebut di Sulbar, yang membutuhkan perhatian serius dalam upaya perbaikan status gizi masyarakat.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus secara kolaboratif. Kita perlu berpikir holistik, memperkuat kerja sama lintas sektor, dan memanfaatkan digitalisasi agar penanganannya lebih terpadu,” tutup Junda Maulana.(Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar

