Pasangkayu Diguncang Gempa Dahsyat, Pengungsi Membludak di Rujab Bupati

ekspossulbar.com, PASANGKAYU — Gempa yang mengguncang Kabupaten Donggal Sulteng, dengan kekuatan 7,7 skala richter (SR), turut dirasakan oleh warga Pasangkayu. Getaran gempa yang mengguncang kabupaten paling utara Sulbar itu terasa cukup dahsyat.

Gempa yang terjadi secara mengejutkan sekira pukul 18.00 wita Jumat 28 September ini, membuat warga pasangkayu seolah diguncang oleh ombak besar. Sontak kejadian itu membuat warga panik dan histeris. Warga kemudian berlarian dari dalam rumah mereka menuju ruas jalan depan rumah masing-masing.

Guncangan gempa terjadi cukup lama, sekira dua menit lebih. Wajah warga Pasangkayu kala itu nampak tegang dan pucat. Tidak menyangka kejadian sehebat itu akan menimpa.

BACA JUGA:  Lagu Sayang-Sayang Iringi Pembukaan Sandeq Silumba 2025 di Pantai Bahari Polman

Setelah mendengar info gempa itu berpotensi tsunami, tanpa pikir panjang lagi, dengan mengambil perlengkapan seadanya didalam rumah, warga berlarian menuju ketempat dataran yang lebih tinggi. Ada yang menggunakan roda dua, ada pula secara rombongan menggunakan roda empat.

Suasana jalan-jalan kota Pasangkayu kala itu dipenuhi kendaraan roda dua maupun roda empat yang berseliweran kesana-kemari. Kepanikan massal terjadi. Ditambah listirik PLN yang padam, serta jaringan komunikasi seluler yang buruk.

BACA JUGA:  Jelang Kegiatan PEKPPP, Biro Organisasi Adakan Koordinasi dengan Tim Penilai

Beberapa dataran tinggi menjadi titik pengungsian warga malam itu, yakni rujab bupati Pasangkayu, areal RSUD Pasangkayu, wilayah perbukitan di Desa Ako, areal kantor BPN Pasangkayu, dan areal kantor Kemenag Pasangkayu. Dalam sekejap kota Pasangkayu sekan menjadi kota mati dan mencekam. Hanya terlihat satu dua orang warga yang masih bertahan di halam rumah mereka masing-masing.