Pasangkayu Diguncang Gempa Dahsyat, Pengungsi Membludak di Rujab Bupati

Dirujab bupati Pasangkayu pengungsi membludak, mereka menggelar tikar dihalaman rumah maupun teras rujab. Ada yang berzikir, ada pula berkumpul dan bercakap-cakap dengan sanak keluarga mereka. Demikian juga terlihat dititik pengungsi lainnya. Di RSUD Pasangkayu kepanikan pasienbdan perawat juga terjadi. Semua pasien nampkan diungsikan keluar ruangan.

“Selama saya berada di Pasangkayu, barusan gempa se dahsyat ini saya rasakan. Kami was-was apa lagi berpotensi tsunami” ujar salah seorang warga Pasangkayu, Ridwan J.

Warga memilih menginap ditempat pengungsian, dipicu masih seringnya terjadi gempa susulan dengan skala sedang. Usai shalat shubuh Sabtu 29 September, sebagian warga nampak memilih kembali kerumah mereka masing-masing, mesti masih disertai perasaan awas akan adanya gempa susulan.

BACA JUGA:  PKA Angkatan I Lingkup Pemprov Sulbar Lanjutkan Studi Lapangan di Makassar

Hingga saat ini diketahui tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Beberapa bangunan warga rubuh dan retak. Belum lagi beberapa barang pecah belah yang ada didalamnya yang hancur lebur. Listrik PLN hingga Sabtu 29 September juga masih padam.

Gempa di Donggal Sulteng ini sendiri diketahui membuat kota Palu Sulteng dan sekitarnya dilanda tsunami dengan ketinggian sekira 3,5 meter. Korban jiwa hingga saat ini belum diketahui pasti.

BACA JUGA:  Cetak Pemimpin Berkualitas, BPKPD Sulbar Partisipasi di PKA Angkatan I 2025

Diketahui pusat gempa berada dikedalaman 10 km, dengan posisi arah 37 km timur laut Donggala. BMKG mengemumkan peringatan dini tsunami setelah gempa 7,7 skala richter itu terjadi. Peringatan tsunami dicabut pada sekira pukul 18.40 wita. (has)