Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ragam » Pendekatan kultural, Minimalisir Konflik Jelang Pemilu di Kabupaten ‘Indonesia Mini’

Pendekatan kultural, Minimalisir Konflik Jelang Pemilu di Kabupaten ‘Indonesia Mini’

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
  • comment 0 komentar

Penulis : Hasnur

Sudah menjadi kelaziman, dalam setiap pelaksanaan Pemilu atau pesta demokrasi di Indonesia, biasanya akan diikuti dengan meningkatnya tensi politik. Disebabkan oleh gesekan kepentingan, antar aktor-aktor politik.

Gesekan kepentingan, secara tidak sadar kadang dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi mencapai kepentinganya sendiri. Berpotensi memunculkan berbagai dampak negatif, diantaranya dapat memicu konflik sosial ditengah masyarakat.

Potensi konflik sosial bisa semakin besar terutama diwilayah atau kabupaten yang masyarakatnya heterogen seperti Kabupaten Pasangkayu. Terlebih jika tidak dibarengi pendewasaan politik ditingkat akar rumput.

Sudah sejak lama kabupaten paling utara Sulbar ini dikenal sebagai ‘Indonesia Mini’. Lantaran didiami oleh masyarakat yang berasal dari berbagai suku dan agama. Memang, jika berkaca pada setiap pelaksanaan pesta demokrasi di Pasangkayu beberapa tahun belakangan, daerah ini nampak masih terlihat aman-aman saja. Tidak terjadi konflik yang berarti, apa lagi mengarah ke konflik sara. Namun, bukan menjadi jaminan dalam pelaksanaan pesta demokrasi dimasa-masa mendatang.

Tidak ada yang bisa memastikan seperti apa watak dan tipikal aktor-aktor politik di Pasangkayu yang akan tampil kedepan. Apakah mengedepankan kepentingan umum, dan memiliki perilaku politik santun, atau malah sebaliknya. Apa lagi jika dikaitkan dengan potensi sumber daya alam (SDA) Pasangkayu yang cukup melimpah, serta posisinya yang strategis dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang kemungkinan membuat sebagian orang rela berbuat apa saja demi menguasai daerah ini.

Untuk itu, diperlukan upaya antisipasi dini dari para pemangku kepentingan (penyelenggara Pemilu, Pemkab, FKUB, TNI, Polri, dan lembaga lainnya). Menerapkan pendekatan khusus, sehingga perbedaan suku dan agama yang ada, tidak justeru menjadi sumber bencana, tapi menjadi kekuatan tersendiri untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu.

Banyak pendekatan yang bisa dilakukan, selain pendekatan normatif yang cenderung kaku dan tidak responsif. Salah satunya melalui pendekatan kultural. Kenapa mesti pendekatan kultural ?, Sebab, sesuai dengan kondisi sosial masyarakat Pasangkayu yang beragam. Sehingga pendekatan yang berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal akan lebih diterima oleh masyarakat.

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sukseskan Program Desa Taat Pajak, Bapenda Perkuat Peran BUMDes

    Sukseskan Program Desa Taat Pajak, Bapenda Perkuat Peran BUMDes

    • calendar_month Rab, 24 Agu 2022
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Pasangkayu,EKSPOSSULBAR.CO.ID– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pasangkayu, tengah menggodok program desa taat pajak. Program itu bertujuan meningkatkan pajak sekaligus menekan angka stunting dan kemiskinan. Bapenda memilih Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu sebagai desa percontohan. Ada beberapa pertimbangan kenapa dipilihanya desa itu. Salah satunya dukungan penuh dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kepala Bapenda Pasangkayu, Arhamuddin, menyampaikan peran […]

  • Gubernur Suhardi Duka Alokasikan Anggaran Rp73 M di 2025 dan Rencana Rp43 M di 2026 untuk Kabupaten Mamasa

    Gubernur Suhardi Duka Alokasikan Anggaran Rp73 M di 2025 dan Rencana Rp43 M di 2026 untuk Kabupaten Mamasa

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 146
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMASA – Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan Kabupaten Mamasa, termasuk melalui alokasi anggaran daerah. Penegasan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, disampaikan saat menghadiri Perayaan Natal Nasional GMKI bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa dan masyarakat Mamasa di Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa, Senin malam (29/12/2025). “Pemerintah Provinsi Sulawesi […]

  • Rekomendasi Diacuhkan, Perusahaan Sawit Dinilai Remehkan Lembaga Pemerintah

    Rekomendasi Diacuhkan, Perusahaan Sawit Dinilai Remehkan Lembaga Pemerintah

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Pasangkayu,EKSPOSSULBAR.CO.ID– Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Irfandi Yaumil berang terhadap perusahaan sawit yang ada diwilayahnya. Sebab, sampai saat ini perusahaan belum juga mengindahkan rekomendasi DPRD yang dikeluarkan beberapa waktu lalu terkait standar harga tandan buah sawit (TBS). Hingga saat ini harga TBS ditingkat pengumpul dikisaran Rp. 550. Masih jauh dari harga standar nasional Rp.1.600 dan harga […]

  • Indonesia-Turki Sepakati Sejumlah Kerja Sama di Sejumlah Bidang, Berikut Daftarnya

    Indonesia-Turki Sepakati Sejumlah Kerja Sama di Sejumlah Bidang, Berikut Daftarnya

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle Chamar
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jakarta, ekspossulbar.co.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan menyaksikan penandatanganan dan pertukaran memorandum of understanding (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Turki. Pertukaran tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 12 Februari 2025, usai pertemuan bilateral antara kedua pemimpin negara. “Dalam pertemuan kita membahas berbagai kerja sama yang […]

  • Webinar Tali Kasih Dharma Wanita Sulbar, Bahas Penanganan Stunting

    Webinar Tali Kasih Dharma Wanita Sulbar, Bahas Penanganan Stunting

    • calendar_month Sel, 25 Jan 2022
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 99
    • 0Komentar

    PASANGKAYU,ekspossulbar.co.id– Pengurus Dharma Wanita se-Sulbar menggelar kegiatan tali kasih yang dilukukan via webinar, Jumat 21 Januari. Pada acara itu Ketua Dharma Wanita Pasangkayu Andi Emmywati Firman dipercaya sebagai ketua panitia sekaligus sebagai host webinar bersama dua kabupaten lainnya. Kegiatan tali kasih kali ini mengangkat tema tentang strategi penangan stunting dan pernikahan dini. Menghadirkan narasumber yang […]

  • Komitmen Pelayanan Publik: UPTD Pajak Mamuju Tetap Beroperasi Saat WFA, Penerimaan Tembus Rp192,6 Juta

    Komitmen Pelayanan Publik: UPTD Pajak Mamuju Tetap Beroperasi Saat WFA, Penerimaan Tembus Rp192,6 Juta

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 68
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Komitmen menjaga kualitas pelayanan publik terus ditunjukkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat. Meski kebijakan penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan melalui skema Work From Anywhere (WFA) diberlakukan, layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Hal ini terlihat dari kinerja UPTD Pelayanan Pajak Mamuju yang tetap membuka layanan pada 16 Maret 2026 dan berhasil […]

expand_less