Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ragam » Pendekatan kultural, Minimalisir Konflik Jelang Pemilu di Kabupaten ‘Indonesia Mini’

Pendekatan kultural, Minimalisir Konflik Jelang Pemilu di Kabupaten ‘Indonesia Mini’

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
  • comment 0 komentar

Pendekatan kultural juga memiliki beberapa keutamaan jika dibandingkan pendekatan normatif. Pertama, pendekatan kultural bersifat holistik, dimana mampu menyentuh jiwa sekaligus raga seorang manusia. Bahkan hakekat manusia itu ada pada jiwanya sehingga pendekatan material-ekonomi tidak cukup untuk menyelesaikan urusan manusia. Manusia sebagai satu-satunya makhluk Tuhan yang memiliki kebudayaan dan dikaruniai potensi kreatifitas untuk dapat bertahan hidup di alam semesta. Dalam menjalankan kreatifitasnya manusia memiliki sistem moral, rasa, etika, nilai-nilai, adat, tradisi, etika, dan estetika.

Kedua, bersifat partisipatif dan responsif. Pendekatan kultural memberikan ruang yang lebih luas kepada masyarakat untuk lebih berpartisipasi. Masyarakat diposisikan sebagai subjek utama. Aspirasi masyarakat dari akar rumput lebih mudah diidentifikasi .Sehingga para pemangku kepentingan bisa segera merespon dalam bentuk formulasi kebijakan yang dapat menjawab segala kegelisahan masyarakat.

Ketiga, pendekatan kultural memberikan penghargaan pada kearifan lokal atau local wisdom yang terdapat dalam masyarakat. Kita ketahui setiap kelompok masyarakat memiliki tradisi-tradisi luhur yang dapat dijadikan dasar dalam memperkuat hubungan antar mereka. Seperti tradisi madero (tarian khas salah satu suku di Pasangkayu, dimana antar satu orang dengan orang lainya saling berpegang tangan dan membentuk lingkaran). Madero sebagai salah satu tradisi yang dapat meningkatkan keakraban antar satu orang dengan orang lainya, tanpa melihat latar belakang.

Keempat, pendekatan kultural membuat proses pendewasaan demokrasi bisa lebih efektif dilakukan. Dengan memanfaatkan tradisi dan model komunikasi yang berlaku dalam komunitas mereka, upaya edukasi, pendidikan politik dan pemberian informasi tentang kepemiluan dapat tersampaikan dan dipahami dengan baik. Sehingga, secara perlahan kesadaran politik mereka terbangun dan tidak mudah diadu domba. Mereka juga akhirnya dapat menjadi pemilih idealis dan meninggalkan pola pikir pragmatis.

Tidak hanya itu, partisipasi masyarakat dalam Pemilu bisa semakin meningkat. Sebab mereka tidak lagi digerakkan oleh kepentingan sesaat, tapi oleh kesadaran jangka panjang demi kemajuan bangsa dan daerahnya.

Pertanyaan sekarang, apa langkah awal yang bisa dilakukan. Hemat penulis, pendekatan kultural bisa dimulai dengan membentuk kelompok binaan didalam komunitas etnis. Melalui kelompok binaan, pemangku kepentingan bisa memulai secara perlahan upaya edukasi dan pendidikan politik. Dengan memanfaatkan tradisi budaya yang ada di komunitas tersebut. Kedepan, kelompok binaan itu diproyeksi menjadi pionir dalam komunitasnya.

Selain itu juga melalui pembentukan jejaring lintas pemimpin komunitas, para tokoh adat, agama, dan pemuda. Jejaring itu bisa menjadi media komunikasi efektif untuk membahas segala macam bentuk isu terkini, serta resolusi konflik. Jejaring mengagendakan pertemuan rutin, untuk membahas agenda bersam, serta dalam rangka semakin mepererat jalinan silaturahim.

Pada akhirnya, kita semua berharap, para aktor politik juga bisa menjadi bagian dalam upaya pendewasaan demokrasi. Sehingga proses kompetisi politik berlangsung sehat dan jauh dari upaya-upaya provokasi. Wassalam.

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • rakornas

    Di Tengah Penurunan IDI Pusat, Sulbar Catat Kenaikan Indeks Demokrasi Jadi 74,56

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 158
    • 0Komentar

    “Ketidaksetaraan sosial-ekonomi yang masih terjadi di wilayah terpencil, kelompok miskin, maupun minoritas juga berpotensi menimbulkan ketidakpuasan politik dan memperlebar jurang kepercayaan terhadap sistem,” tegasnya. Bahtiar menekankan, seluruh pemangku kepentingan harus bersinergi dalam menjaga kualitas pemilu, memperkuat kelembagaan demokrasi, serta memastikan kebebasan sipil dan keadilan sosial benar-benar terjamin. “Demokrasi Indonesia harus terus diperkuat, bukan hanya dari […]

  • Sukses! Ditresnarkoba Polda Sulbar Bongkar Jaringan Narkoba di Mamuju, Dua Pria Diciduk, Bandar Buron!

    Sukses! Ditresnarkoba Polda Sulbar Bongkar Jaringan Narkoba di Mamuju, Dua Pria Diciduk, Bandar Buron!

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 169
    • 0Komentar

    “Hasil penggeledahan menemukan satu sachet kecil berisi kristal bening yang diduga sabu, kaca pireks, pipet plastik, serta bungkus rokok yang digunakan untuk menyimpan barang haram tersebut. Dua unit handphone milik tersangka juga kami amankan sebagai barang bukti,” ungkap Kompol Ujang Saputra, Rabu (4/6/2025). Dalam pemeriksaan awal, tersangka C mengaku mendapatkan sabu dari seseorang berinisial Mister […]

  • Sulbar Susun Peta Kerawanan Pangan (FSVA), Perkuat Ketahanan Pangan sesuai Visi Misi SDK-JSM

    Sulbar Susun Peta Kerawanan Pangan (FSVA), Perkuat Ketahanan Pangan sesuai Visi Misi SDK-JSM

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Ia menambahkan indikator penyusun peta FSVA sebanyak 9 indikator yang mewakili 3 pilar ketahanan pangan yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan. “Ini penting sebagai dasar dalam pengambilan kebijkaan dan pelaksanaan program. Salah satu target kinerja dinas ketapang adalah pengentasan daerah rawan pangan,” ungkapnya. Sehingga, diharapkan dengan ada nya data peta ini maka kebijakan dan intervensi […]

  • Gubernur Sulbar Ancam Limpahkan Temuan BPK ke Kejaksaan Jika Tak Ditindaklanjuti

    Gubernur Sulbar Ancam Limpahkan Temuan BPK ke Kejaksaan Jika Tak Ditindaklanjuti

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 242
    • 0Komentar

    “Lebih bagus kembalikan uang temuan itu, daripada kamu berurusan dengan hukum,” ujarnya. Langkah ini sejalan dengan misi kelima kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yaitu memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, serta membangun sistem yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Gubernur berharap, dengan ketegasan ini, seluruh […]

  • Jaga Estafet Prestasi, KONI Sulbar Optimis Gelar Porprov 2026 di Tengah Keterbatasan Anggaran

    Jaga Estafet Prestasi, KONI Sulbar Optimis Gelar Porprov 2026 di Tengah Keterbatasan Anggaran

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 121
    • 0Komentar

    “Kerja-kerja KONI memiliki kaitan erat dengan visi pemerintah provinsi, khususnya dalam mencetak SDM Sulbar yang unggul dan berkarakter, sebagaimana tertuang dalam poin Panca Daya,” imbuhnya. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut berharap agar KONI terus menjadi mitra strategis pemerintah. Ia menilai kondisi fiskal yang […]

  • Kunjungan Silaturahmi, Kapolda Sulbar Bersama Ketua NU Sulbar: Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas dan Tangkal Radikalisme

    Kunjungan Silaturahmi, Kapolda Sulbar Bersama Ketua NU Sulbar: Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas dan Tangkal Radikalisme

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 80
    • 0Komentar

    “Kami berharap NU dapat terus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, serta menolak segala bentuk radikalisme yang dapat memecah belah bangsa. Kapolda menekankan pentingnya mewujudkan masyarakat yang cinta damai dan toleran terhadap perbedaan,” tambahnya. Ketua NU Sulbar menyambut baik kunjungan silaturahmi Kapolda Sulbar. Beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kapolda dalam membangun […]

expand_less