Air Terjun Kastabuana, ‘Surga’ Alam Pasangkayu Yang Tersembunyi
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Rab, 27 Jul 2022
- comment 0 komentar

Seorang bocah nampak melompat dari dinding batu, menuju kolam Air Terjun Kasta Buana
Namun ada spot lain disana yang paling banyak mengundang daya tarik di kolam kedua, yakni dua buah dinding batu raksasa yang berdiri tegak setinggi sekira empat meter disamping kiri dan kanan kolam. Menjorok keluar mengikuti tepi perbukitan tempat air terjun.
Bagian atas kedua dinding air terjun ini sering menjadi tempat uji nyali sekaligus unjuk kebolehan pengunjung. Dari ketinggian itu, pengunjung dapat loncat salto kebawah hingga mencebur kekolam. Beberapa pengunjung yang melakukanya tidak menampakan raut kesakitan, malah sunggingkan senyum kepuasan.Padahal apa yang dilakukan cukup mengerikan bagi sebagian pengunjung lain.
” Saya baru pertama kali datang kesini dan saya sangat terkesima dengan keindahan air terjun ini. Jarang ada air terjun bertingkat dan memiliki kolam alami. Posisinyapun unik, seakan berada ditengah dari ketinggain air terjun. Apa lagi juga ada wahana alami, tempat pengunjung menguji nyali” terang salah seorang pengunjung Air Terjun Kastabuana, Haris, sembari tersenyum, Selasa 26 Juli 2022.
Sementara, luapan air dari kolam kedua selanjutnya jatuh ketingkat paling bawah, kemudian mengalir dibebatuan yang seterusnya membentuk sungai kecil berkelok yang entah ujungnya dimana.
Selaian pemandangan air terjun yang jatuh dibebatuan bertingkat, spot wisata yang juga tersaji disana yakni pemandangan hutan asri nan alami, menyelimuti bukit Air Terjun Kastabuana. Belum banyak terjamah oleh tangan manusia. Sesekali dari dalam hutan yang ditumbuhi pepohonan besar menjulang tinggi itu, terdengar kicuan burung ataupun bunyi-bunyian hewan lain yang ada disana.
Tentu semakin mendukung susana santai pengunjung. Ditambah, daerah sekitar air terjun bagian bawah terdapat tanah datar yang teduh, cocok jadi tempat kumpul bersama keluarga sembari menggelar tikar.
Namun rupanya, tidak hanya sebatas wisata alam, disana pengunjung juga dapat melakukan wisata kuliner jika sedang beruntung. Pengunjung dapat menikmati legitnya buah durian yang berasal dari kebun-kebun warga disekitar. Dapat diperoleh dengan harga murah. Namun tentu, itu dapat dinikmati hanya ketika musim durian tiba.
” Saya sangat puas berkunjung ke air terjun ini. Air Terjun Kastabuana, bisa menjadi salah satu objek wisata yang direkomendasikan di Pasangkayu” terang salah seorang pengunjung lainya, Abdi.
Jika ingin berwisata ke Air Terjun Kastabuana, lebih seru jika bersama keluarga. Sembari membawa perbakalan makanan, untuk dinikmati sehabis puas bermandian di kolam air terjun. Nikmatnya pasti tak terhingga. Kepenatan yang timbul selama perjalanan bakal terbayar tuntas.
Untuk sampai ke Air terjun Kastabuana ini sendiri pengunjung harus menempuh perjalanan sekira 45 menit dari jalan poros trans sulawesi di Desa Singgani, Kecamatan Lariang. Kemudian melewati beberapa desa masuk kedalam perkebunan sawit. Desa yang dilalui sebelum mencapai spot wisata itu, yakni Desa Kenangan, Parabu, Lilimori, Lelejae, dan terakhir Desa Kastabuana.
Jalan menuju air terjun memang tidak terlalu mulus, hanya sebagian yang beraspal. Selebihnya badan jalan dilapisi material sirtu (pasir batu). Nampaknya butuh perhatian serius dari pihak terkait, guna pembenahannya. Agar objek wisata itu semakin mudah diakses dan semakin ramai pengunjung. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan perkebunan sawit yang tumbuh berjejer rapi.(*)
- Penulis: Ekspos Sulbar

