Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ragam » Kesejahteraan Dan Keadilan Masyarakat Kunci Ketahanan Ekonomi, Sosial Dan Budaya

Kesejahteraan Dan Keadilan Masyarakat Kunci Ketahanan Ekonomi, Sosial Dan Budaya

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month Kam, 13 Apr 2023

KENDARI – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menghadiri dan  mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya dengan tema Sinergi Memantapkan Kerukunan Sosial Masyarakat dalam Mewujudkan Pemilu Damai, Aman dan Harmoni, yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, pada selasa (11/04) di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan Rakornas ini dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri RI, Gubernur, Bupati/ Wali Kota se-Indonesia dan OPD terkait.

Acara dimulai dengan diskusi Panel mengangkat tema Sinergi Memantapkan Kerukunan Sosial Masyarakat dalam Mewujudkan Pemilu Aman, Damai dan Harmoni dengan narasumber diantaranya; Anggota Komisi II DPR RI Dapil Sultra, Ketua Subkom Mediasi & Klaster Hak Sipil/Partisipasi Anak KPAI, perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Direktur Politik dan Komunikasi Kementerian PPN/ Bappenas, Kepala Baharkam Polri, dan BSSN.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan, perlunya sinergi dalam rangka menjaga ketahanan sosial ekonomi dan budaya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural, beragam suku, adat dan agama. Disatu sisi itu adalah kekayaan bangsa tapi disisi lain, dari sudut keamanan adalah potensi yang dapat menimbulkan konflik. Tito Karnavian berpesan agar keamanan, persatuan dan kesatuan yang ada haruslah selalu dijaga dan dirawat. Pecahnya persatuan dan kesatuan karena masalah politik dan keamanan umumnya dianalogikan dengan kesehatan yang tidak bisa diabaikan, kesehatan harus dirawat. Hal ini disampaiakn olehnya, saat membuka acara Rakornas di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dengan metode komparasi atau membandingkan, Tito menjelaskan, belum tentu suatu negara dengan hampir 99 persen pkesamaan yang dimiliki oleh masyarakatnya mampu menjadikan negara tersebut hidup damai terhindar dari konflik. Ia mencontohkan negara lain, Afganistan, dimana mayoritas penduduknya hampir 99 persen beragama Islam dengan tujuh suku, namun menjadi negara yang sampai saat ini masih memiliki konflik yang belum selesai.

Ia pun menjelaskan, sebetulnya perbedaan suku, agama, ras, bukanlah suatu masalah utama, yang penting dalam semua perbedaan itu adalah rakyatnya sejahtera dan adil. Menurutnya, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang survive sampai saat ini dalam berbagai keragaman yang luar biasa harus selalu dirawat dan dijaga, karena seperti yang pernah disampaiakn oleh Bung Karno melawan pihak eksternal lebih mudah dibanding mengatasi konflik internal.

Sebenarnya banyak sekali mekanisme yang sudah dibuat oleh Pemerintah untuk menjaga dan merawat sebelum pecah terjadinya konflik. Kalaupun pecah sudah terjadi konflik maka cepat selesai, cepat juga untuk direkonsiliasi rehabilitasi misalnya mekanisme yang disebut dengan Forkopimda (Forum kouminkasi pimpinan Daerah). Berbagai upaya dilakukan baik mekanisme melalui pertemuan rutin yang bersifat formal dan non formal. Hal ini dilakukan untuk menjaga ikatan emosional yang lebih kompak diantara anggota Forkopimda. “Sebetulnya banyak sekali pendekatan seni dan budaya, olah raga yang bisa membuat hubungan menjadi cair sehingga setiap masalah segera dibicarakan, sebelum meledak sudah diantisipasi tidak menjadi pecah,” ucapnya.

Konflik yang paling berbahaya adalah konflik keagamaan karena mengatasnamakan Tuhan. Oleh karena itu ia meminta agar tiap-tiap Kepala Daerah mampu memberdayakan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) di daerahnya dengan cara menyelenggarakan anggaran untuk pertemuan rutin bagi FKUB untuk saling berkoordinasi, membicarakan potensi-potensi yang ada dan bagaimana cara memperkuat keberagaman keagamaan di daerah masing masing sehingga bilamana terjadi konflik akan cepat diantisipasi.

Lebih lanjut Tito Karnavian menjelaskan, lembaga surveyor international menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi negara ekonomi kuat ke-4 terbesar di dunia pada Tahun 2040. Hal ini bukanlah suatu hal yang mustahil karena Indonesia memiliki 3 syarat untuk menjadi negara ekonomi besar, salah satunya memiliki angkatan kerja yang besar. Angkatan kerja yang besar hanya bisa terjadi di negara yang populasinya besar. Kekuatan ekonomi sangat ditentukan oleh kemampuan produksi. Negara yang mampu memproduksi barang makin besar dia akan menjadi kekuatan yang mendominasi ekonomi, memegang ekonomi dunia.

Kedua adalah memiliki sumber daya alam. Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat luar biasa. Ketiga memiliki luas wilayah untuk menampung priduksi yang besar. Tito mengatakan, tidak banyak negara yang memiliki persayaratan demikian, memiliki angkatan kerja besar, sumber daya alam melimpah, dan luas wilayah yang besar. Indonesia memiliki ketiga syarat tersebut dengan berada di posisi keempat setelah Cina, Amerika, India.

Indonesia akan menjadi negara ekonomi besar ke-4 pada tahun 2040 mendatang menurut lembaga survey internasional. Mampukah kita untuk tetap bersatu dari ancaman yang paling tinggi bagi bangsa ini yaitu konflik-sosial dan konflik dalam negeri. Sekali lagi Tito menekankan, untuk menjaga dan merawat keamanan, persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengangkat semua kebersamaan. “Semua hal-hal yang menjadi penting bagi kita bersama harus dieksploitasi, sebaliknya yang membedakan kita harus kita kecilkan agar kita tetap menjadi satu bangsa dan menjadi kekuatan yang bisa melompat menjadi negara yang mendominasi dunia di bidang ekonomi,” himbau Tito kepada seluruh peserta Rakornas.

Ikut dalam kegiatan Rakornas Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY Dewo Isnu Broto Imam Santoso, Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY Didik Wardaya, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY Erlina Hidayati Sumardi. (Pemprovyogyakarta).

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun Pertama Menjabat, Yaumil-Herny Dapat Kado WTP

    Tahun Pertama Menjabat, Yaumil-Herny Dapat Kado WTP

    • calendar_month Rab, 26 Mei 2021
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 213
    • 0Komentar

    PASANGKAYU— Kabupaten Pasangkayu kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan tahun 2020. Ini sekaligus menjadi kado indah bagi Yaumil Ambo Djiwa dan Herny Agus ditahun pertama mereka menjabat sebagi Bupati dan Wakil Bupati Pasangkayu. Penyerahan LHP sendiri dilakukan via daring. Berlangsung di ruang rapat Bupati, Selasa […]

  • Muhammad Yahya Usman Harumkan Sulbar, Raih Emas di Kejurnas Balap Sepeda 2025 di Banyuwangi

    Muhammad Yahya Usman Harumkan Sulbar, Raih Emas di Kejurnas Balap Sepeda 2025 di Banyuwangi

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 140
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, BANYUWANGI – Atlet balap sepeda muda asal Sulawesi Barat, Muhammad Yahya Usman, kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional. Pemuda berusia 19 tahun itu berhasil meraih medali emas dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda 2025 kategori Men Junior Individual Time Trial (ITT) yang digelar di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu, 28 Juni 2025. […]

  • Pemkab Pasangkayu Serahkan Bantuan Mobil ke Poktan

    Pemkab Pasangkayu Serahkan Bantuan Mobil ke Poktan

    • calendar_month Sen, 17 Des 2018
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 506
    • 0Komentar

    ekspossulbar.com,PASANGKAYU— Peningkatan kesejahteraan petani selalu menjadi perhatian Pemkab Pasangkayu. Salah satunya dengan terus berupaya memudahkan petani untuk menggarap lahan ataupun memobilisasi hasil panen mereka. Senin 17 Desember, sebanyak lima Kelompok Tani (Poktan) mendapat bantuan kendaraan (mobil pickup). Masing-masing Poktan mendapat satu unit pickup merk Hilux. Diserahkan langsung oleh Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa saat upacara […]

  • Pasangkayu Tuan Rumah Hari Peduli Sampah Nasional

    Pasangkayu Tuan Rumah Hari Peduli Sampah Nasional

    • calendar_month Kam, 21 Feb 2019
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 1.036
    • 0Komentar

    ekspossulbar.com,PASANGKAYU— Hari ini (Kamis 21 Februari.red) diperingati sebagai Hari Perduli Sampah Nasional (HPSN). Di provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), HPSN di pusatkan di Pasangkayu. Peringatan HPSN ini berlangsung di anjungan Pantai Maleo Pasangkayu. Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Kepala BLHD Sulbar Fatimah, Kapolres Pasangkayu AKBP Made Ary Pradana, unsur forkopimda, dan kepala […]

  • Dinkes Sulbar dan TP PKK Perkuat Kolaborasi di HKG ke-53: Fokus pada Program Promotif-Preventif

    Dinkes Sulbar dan TP PKK Perkuat Kolaborasi di HKG ke-53: Fokus pada Program Promotif-Preventif

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 260
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), dr. Nursyamsi Rahim menghadiri rapat persiapan pelaksanaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tingkat Provinsi Sulbar, Senin 21 Juli 2025. Bertempat di Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Barat, Ny. Harsinah Suhardi. Dalam […]

  • Tangani Covid-19, Tenaga Medis di Pasangkayu Bakal Diberi Insentif

    Tangani Covid-19, Tenaga Medis di Pasangkayu Bakal Diberi Insentif

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2020
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 849
    • 0Komentar

    ekspossulbar.com,PASANGKAYU— Gugus Tugas di Pasangkayu terus melakukan langkah strategis untuk memaksimalkan pencegahan penularan Covid-19. Termasuk upaya memberi apresiasi bagi para petugas medis. Mewakili Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa sebagai ketua Gugus Tugas, Sekkab Firman menyampaikan bahwa khusus dokter dan perawat yang menangani pasien suspect Covid-19 bakal diberi insentif. “ Jadi saya minta Direktur RSUD dan […]

expand_less