Perbaiki Posyandu hingga Optimalisasi Konselor, Langkah Nyata Sulbar Dongkrak Cakupan ASI untuk Tekan Stunting
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Jum, 5 Sep 2025
- comment 0 komentar

Di akui meski ada Perda ASI Sulbar Tahun 2016, namun implementasi dan penerapan sanksi bagi pelanggar kode etik ASI belum berjalan optimal.
Sehingga Dinkes Sulbar mendorong sejumlah langkah perbaikan, di antaranya:
- Optimalisasi pelatihan konselor ASI, tidak hanya dari kalangan tenaga kesehatan dan kader, tetapi juga melibatkan unsur pentahelix (pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat).
- Pemanfaatan bidan desa dalam mendampingi ibu menyusui agar pendampingan lebih dekat dan intensif.
- Perbaikan sarana Posyandu sehingga lebih ramah ibu dan bayi.
- Penguatan regulasi dan pengawasan terhadap kampanye susu formula sesuai ketentuan kode etik pemasaran produk pengganti ASI.
dr. Nursyamsi Rahim menambahkan, “Menyusui bukan hanya urusan ibu dan bayi, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Pendampingan yang efektif akan lebih mudah jika seluruh unsur bergerak bersama. Mencegah stunting sejak dini dengan ASI eksklusif jauh lebih efektif dan murah dibanding mengobati stunting yang sudah terjadi.”
Dengan berbagai strategi tersebut, Pemprov Sulbar optimis cakupan ASI eksklusif akan meningkat dan berdampak pada penurunan angka stunting, sejalan dengan komitmen dan visi yang digagas oleh Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga untuk mewujudkan Sulbar Sehat, Maju, dan Sejahtera. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
