Sulbar Masuk 8 Besar Nasional untuk Realisasi Belanja, Pemprov Genjot PAD Jelang Akhir Tahun
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Sen, 17 Nov 2025
- comment 0 komentar

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat mengikuti rapat koordinasi percepatan realisasi APBD 2025 bersama Menteri Dalam Negeri melalui zoom meeting, Senin, 17 November 2025.
Rapat tersebut diikuti langsung oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka, Wakil Gubernur Salim S. Mengga, Sekretaris Daerah (Sekda) Sulbar Junda Maulana, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sekprov Sulbar, Junda Maulana menjelaskan beberapa poin penting hasil rapat, terutama terkait capaian pendapatan dan belanja daerah hingga pertengahan November 2025. Ia menyebut posisi Sulbar berada pada kategori sedang secara nasional, namun realisasi belanja menempati peringkat delapan tertinggi di Indonesia.
“Tadi rapat dengan Kemendagri berkaitan dengan realisasi pengelolaan keuangan, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Alhamdulillah, realisasi belanja kita berada pada peringkat delapan tertinggi di Indonesia,” ungkap Junda Maulana.
Ia mengungkapkan, realisasi pendapatan saat ini berada pada angka 56 persen, sementara realisasi belanja mencapai 69 persen. Kondisi tersebut dinilai masih dalam batas standar dengan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Namun, Junda Maulana menegaskan perlunya percepatan, mengingat APBD 2025 memasuki masa akhir pelaksanaan.
“Ini sudah bulan kedua dari akhir atau bulan sebelas. Kita masih punya waktu sedikit lebih dari satu bulan. Maka yang pertama harus dilakukan adalah percepatan realisasi pendapatan,” ujarnya.
Ia menyebut masih ada beberapa pos pendapatan daerah yang realisasinya berada di bawah 10 persen sehingga perlu dipacu. Selain itu, Pemprov juga harus memperkirakan besaran pendapatan realistis yang dapat dicapai hingga akhir tahun.
“Dari pembicaraan dengan Kepala Badan Pendapatan, kemungkinan realisasi pendapatan kita tidak sampai 100 persen. Maka perlu antisipasi terhadap belanja. Jangan sampai belanja kebablasan sementara pendapatan tidak tercapai,” jelas Junda Maulana.
- Penulis: Ekspos Sulbar
