DKP Sulbar Perkuat Kolaborasi, Dorong Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan Berbasis Data
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Rab, 1 Apr 2026
- comment 0 komentar

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU– Semangat kolaborasi dan optimisme pembangunan sektor kelautan dan perikanan mewarnai pelaksanaan Rapat Daring Koordinasi dan Kolaborasi Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan, yang digelar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (01/04/26)
Rapat yang berlangsung secara hybrid ini tidak hanya menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah antar pemerintah provinsi dan kabupaten, tetapi juga momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan berbasis data demi mendorong terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera, sesuai dengan komitmen Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Sekprov Sulbar, Junda Maulana melalui PANCA DAYA.
Dalam arahannya, Kepala DKP Sulbar, Safaruddin,S.DM menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya forum koordinasi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi pasca Idul Fitri 1447 H. Ia menekankan pentingnya pembaruan data sektor kelautan dan perikanan di seluruh kabupaten, meliputi jumlah tambak produktif, kapal aktif, serta jumlah nelayan.
“Data yang akurat menjadi dasar utama dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Selain itu, DKP Provinsi juga merencanakan sejumlah langkah konkret, seperti penyaluran bantuan bibit ikan nila serta perbaikan kolam di Kabupaten Mamasa. Upaya penyederhanaan proses penerbitan rekomendasi KKPRL juga menjadi perhatian utama guna mendorong kemudahan investasi dan pelayanan publik.
Program Unggulan dan Tantangan di Tingkat Kabupaten
Masing-masing kabupaten turut memaparkan program kerja dan tantangan yang dihadapi pada tahun 2026.
– Kabupaten Pasangkayu menyoroti program Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan bioflok air tawar, serta kebutuhan alat tangkap dan coolbox. Penyederhanaan birokrasi perizinan menjadi harapan utama.
– Kabupaten Mamuju Tengah mengembangkan kampung nelayan dan budidaya nila, namun menghadapi kendala serius berupa penurunan produksi rumput laut akibat hama penyu serta rendahnya minat generasi muda terhadap sektor perikanan.
– Kabupaten Mamuju fokus pada pengembangan perikanan tangkap dan budidaya, serta mendukung program kampung nelayan sebagai prioritas nasional.
– Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjalankan dua lokasi program kampung nelayan, pelatihan nelayan, serta memperluas peran melalui pembentukan Bidang Pangan yang berfokus pada Gerakan Pangan Mandiri (GPM).
– Kabupaten Majene mengusulkan program kampung nelayan, peningkatan perlindungan nelayan melalui BPJS Ketenagakerjaan, serta pengadaan Unit Pengolahan Ikan (UPI). Namun, kendala pelayanan dokumen kapal yang terpusat di Mamuju menjadi perhatian serius.
Isu Strategis: Perizinan, Regenerasi Nelayan, dan Inflasi Ikan
- Penulis: Ekspos Sulbar
