MBG Dorong Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,33%, Tapi Impor Bahan Pangan Melonjak Jadi 9,23 Persen
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Namun, lonjakan ekonomi itu belum sepenuhnya dirasakan masyarakat lokal. Sebab, nilai impor bahan pangan justru ikut naik dari 2,2 persen menjadi 9,23 persen.
“Impor juga meningkat dari 2,2 menjadi 9,23 persen, kita ini mengimpor banyak,” ujar Junda.
Ia mengungkapkan, sejumlah komoditas untuk kebutuhan MBG seperti beras premium, telur ayam, dan daging ayam masih banyak dipasok dari luar daerah karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan.
Padahal, Sulbar sebenarnya surplus beras. Hanya saja, kualitas beras yang dibutuhkan program MBG adalah kategori premium.
“Oleh sebab itu, ini kita menjadi catatan, bagaimana caranya agar kita bisa, surplus beras kita ini bisa memenuhi pasar kita daripada kita membeli dari luar,” katanya.
Untuk mengurangi ketergantungan itu, Pemprov Sulbar mulai menyiapkan skema kontrak farming antara dapur MBG dengan pemasok lokal.
Junda mengaku sudah meminta dinas terkait segera menyiapkan draft kerja sama agar dapur-dapur SPPG menyerap lebih banyak komoditas lokal sesuai arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.
“Tindak lanjut arahan Gubernur yaitu kontrak farming kita akan lakukan,” ucapnya.
Ia juga meminta seluruh tim satgas dan pemerintah kabupaten bekerja bersama sejak awal agar pengawasan hingga distribusi pangan lebih efisien.
“Kalau timnya ini harus bekerja sendiri sendiri sulit, maka yang perlu adalah kolaborasi,” kata Junda.
Pemprov Sulbar berharap pertumbuhan ekonomi dari program MBG benar-benar bisa dirasakan masyarakat, bukan sekadar mencatat angka pertumbuhan tinggi sementara bahan pangan terus didatangkan dari luar daerah. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
