Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lifestyle » Berikut 4 Cara Memutihkan Wajah dengan Lidah Buaya

Berikut 4 Cara Memutihkan Wajah dengan Lidah Buaya

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
  • comment 0 komentar

Langkah-langkah membuat masker alami dengan dengan lidah buaya dan jus lemon pun cukup mudah, yaitu:

  • Campurkan sekitar ½ sendok teh jus lemon dan 2 sendok makan jus lidah buaya segar.
  • Oleskan campuran masker tersebut pada wajah.
  • Diamkan masker di wajah selama 10–15 menit, lalu bilas.

    3. Menggunakan semprotan wajah atau face mist dari lidah buaya

Lidah buaya juga kini sudah banyak diolah menjadi produk kecantikan, seperti face mist dan toner. Produk ini baik digunakan untuk melembapkan wajah tanpa menyebabkan produksi minyak berlebih yang dapat menyumbat pori-pori, sehingga baik untuk mencegah munculnya komedo atau jerawat.

Penggunaan face mist dinilai lebih praktis, cepat, dan mudah. Anda cukup menyeprotkannya ke wajah dan tutup mata untuk menghindari iritasi. Jangan lupa untuk mengocok face mist terlebih dahulu sebelum digunakan.

  1. Membuat scrub dari campuran lidah buaya, gula, dan minyak zaitun

Jika Anda ingin membuat exfoliator atau scrub wajah alami, Anda bisa menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat, misalnya lidah buaya, gula putih, dan minyak zaitun atau minyak almond. Cara membuat scrub ini juga cukup mudah, yaitu:

  • Campurkan ½ gelas minyak zaitun atau minyak almond dan ½ gelas gula putih, lalu aduk dengan rata.
  • Tambahkan ¼ gelas gel atau jus lidah buaya murni dan aduk hingga campuran tersebut merata.
  • Gosok perlahan scub ke seluruh permukaan kulit wajah, tapi hindari area sekitar mata.
  • Bilas dengan air setelah selesai.

Penting untuk diingat bahwa memutihkan wajah dengan bahan alami tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jadi, lakukanlah cara-cara memutihkan wajah dengan lidah buaya di atas secara konsisten, teratur, dan sabar.

Secara umum, lidah buaya aman digunakan pada kulit. Namun, sebagian orang mungkin ada yang bisa mengalami reaksi alergi terhadap tanaman ini.

Jika Anda sudah rutin melakukan cara memutihkan wajah dengan lidah buaya tetapi kulit Anda masih terlihat kusam, atau jika Anda mengalami reaksi alergi setelah menggunakan lidah buaya, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter kulit. (ad)

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Siapkan Skenario Haji 2024

    Indonesia Siapkan Skenario Haji 2024

    • calendar_month Ming, 13 Agu 2023
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Hal lain adalah kekacauan yang sempat terjadi dalam penjemputan jemaah haji usai melaksanakan wukuf sebagai puncak berhaji di Padang Arafah untuk melanjutkan perjalanan melontar jumrah di Muzdalifah dan Mina. Pemerintah Indonesia untuk musim haji 2023 telah menyewa 1.470 unit bus berkapasitas 47 kursi dari raksasa transportasi Saudi, Saptco, untuk membawa ratusan ribu jamaah dari penginapan […]

  • Pertumbuhan Ekonomi Sulbar Triwulan Pertama Tahun 2025 Mengalami Kenaikan 4,83 Persen

    Pertumbuhan Ekonomi Sulbar Triwulan Pertama Tahun 2025 Mengalami Kenaikan 4,83 Persen

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 166
    • 0Komentar

    “Jadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar terjadi pada kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan,” tambahnya. Sementara dari sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi terbesar berasal dari komponen Net Ekspor (selisih dari Ekspor dikurangi Impor). “Sama halnya ekonomi Sulbar pada triwulan IV-2022 mengalami pertumbuhan 1,29 persen dibanding triwulan III-2022 (q-to-q),” ungkapnya. Sedangkan, pada skala regional di Kawasan Sulawesi, Sulawesi […]

  • Kemenkes RI Dorong Penguatan Layanan Rujukan Kesehatan Melalui Program SIHREN

    Kemenkes RI Dorong Penguatan Layanan Rujukan Kesehatan Melalui Program SIHREN

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Sulawesi Barat, dr Nursyamsi Rahim, dalam keterangannya, Senin (20/10/2025), menyatakan dalam konteks Sulawesi Barat, RSUD Sulbar diharapkan dapat memanfaatkan program PGDS ini untuk mengatasi keterbatasan tenaga dokter spesialis bedah saraf, khususnya dalam pelayanan pasien stroke. Kabar baiknya, saat ini telah ada satu dokter asal RSUD Sulbar, dr Muh Firdaus Burhan, […]

  • Ridwan Kamil: Pegang Teguh Syariat Islam Untuk Keadilan Disampaikan kepada jemaah Jogokariyan Yogyakarta

    Ridwan Kamil: Pegang Teguh Syariat Islam Untuk Keadilan Disampaikan kepada jemaah Jogokariyan Yogyakarta

    • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 252
    • 0Komentar

    KOTA YOGYAKARTA – Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil melaksanakan salat subuh berjamaah, dilanjutkan memberikan kuliah subuh bersama Mualaf Center Indonesia di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Rabu (6/4/2022). Dalam kuliah subuhnya, Ridwan Kamil kepada jamaah Jogokariyan menyampaikan tentang pemimpin yang adil. Ia menuturkan, berlaku adil adalah hal yang paling sulit karenanya sebagai masyarakat muslim memegang teguh syariat […]

  • Bahas Efisiensi Anggaran, Plh Sekprov Herdin Ismail Rapat Bersama Sekda Se-Sulbar

    Bahas Efisiensi Anggaran, Plh Sekprov Herdin Ismail Rapat Bersama Sekda Se-Sulbar

    • calendar_month Rab, 9 Apr 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Lebih lanjut disampaikan, dibahas juga terkait menyamakan frekuensi tentang pelaksanaan beberapa regulasi, salah satu contohnya perencanaan merger beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten. “Makanya dalam forum tadi saya sarankan, supaya kita dalam satu frekuensi kalau merger OPD di kabupaten tidak ada salahnya jika sama dengan provinsi,” ungkapnya. Selain itu, membahas bahwa dalam mutasi pergeseran pejabat […]

  • C1 Plano TPS 8 Randomayang, Ditemukan di Kotak TPS 2 Wulai

    C1 Plano TPS 8 Randomayang, Ditemukan di Kotak TPS 2 Wulai

    • calendar_month Kam, 4 Jul 2019
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 556
    • 0Komentar

    “ Kemungkinan karena rekap ditingkat kecamatan itu semua desa di kecamatan itu gabung. Kemungkinan rekap TPS 8 ini dua kali dibuka karena adanya protes. Nah kemungkinan saat dibuka kedua kalinya itu juga ada beberapa kotak dari desa lain yang terbuka, jadi ketika dimasukan ulang, karena tidak teliti lagi, akhirnya masuk di kotak TPS lain” terang […]

expand_less