Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Anggota DPRD Mamasa Soroti Sistem DO Pupuk Bersubsidi.

Anggota DPRD Mamasa Soroti Sistem DO Pupuk Bersubsidi.

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month Rab, 30 Mar 2022
  • comment 0 komentar

“Kami baru terimah 27 sak pupuk Urea (50 kg) dan masih tersisa 36 sak NPK Ponska. padahal kami bayar full di penyalur,” kata Supriono di Rumahnya saat di temui akhir pekan lalu.

Akibat dari keterlambatan dan kurannya pupuk yang diberikan oleh penyalur, Tanaman jangung mereka terlambat pemupukan dan menggunakan sesuai apa yang ada.

“Kami gunakan apa yang ada, tidak mungkin kami mau membeli Pupuk non subsidi yang begitu mahal harganya,” ujarnya.

Selain kekesalan, Supriono juga mengeluhkan sistem DO yang diterapkan pihak penyalur pupuk bersubsidi.

Keluhan itu muncul sebab Kelompok tidak mendapatkan pupuk kalau tidak melakukan sistem DO sementara pupuk yang diharap setelah DO sangat terlambat di salurkan ke kelompok.

Mustinya jadi penyalur pupuk bersubsidi, stok selalu siap di gudang, jangan ditunggu modal kelompok baru di pesan ke ritel. Ini akan menjadi kelangkaan pupuk kalau sistem ini dilakukan.

“Harusnya ada barang ada uang, jangan uang petani dijadikan modal,'”ungkap Suprion

Menanggapi hal itu, pemilik Toko Rahma sebagai agen atau penyalur Pupuk bersubsidi di wilayah 3 Imran membantah adanya sistem paksaan DO.

Menurutnya, DO dilakukan bagi orang yang ingin menitip dananya. Selain itu, iapun mengatakan tidak adanya regulasi mengatur terkait DO.

“Tidak ada paksaan ke kelompok, kalau orang mau titip ya silahkan di titip, ” sebutnya saat dihubungi, Selasa malam 29 Maret 2022.

Terkait informasi tidak dilayani kalau tidak melakukan DO, katanya itu tidak benar. Hanya saja karena pupuk yang datang sangat terbatas sehingga di berika yang sudah DO. Itupun dilakukan secara bertahap.

“Siapa itu yang bilang, coba pertemukan, saya itu tidak mau sistem DO, tapi ada beberapa kelompok dia bilang habis saja ini uang kalau di pegang,” pintanya.

Adapun sistem penyaluran, itu dilakukan secara bertahap sesuai pesanan.

“Pupuk berangsur sesuai dengan pesanan orang, karena ini masing-masing masuk berkas baru ada pupuk, ini barang langkah,” katanya

Dia mengulanginya, DO itu tidak ada paksaan. Jika ada yang mengatakan demikian, dirinya meminta untuk dipertemukan.“Kalau ada yang bilang begini-begitu kasi ketemu dengan saya, kami juga tidak mau berutang sama orang,” tutupnya Imran. (*)

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3.000 ASN di Mamasa Siap Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting

    3.000 ASN di Mamasa Siap Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting

    • calendar_month Sen, 19 Jun 2023
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sekretaris BNPP itu melanjutkan, biaya yang dikucurkan untuk satu anak stunting sekitar Rp180 ribu per bulan. Sehingga, Ia mengapresiasi atas kesiapan ASN Mamasa menjadi orang tua asuh stunting. Hal serupa juga sedang dijalankan di lingkup Pemprov Sulbar. Melalui 6.000 ASN ditambah dengan forkopimda itu dapat menangani angka Stunting di Sulbar. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, […]

  • Pusdalops BPBD Sulbar Terima Laporan Kejadian Pohon Tumbang di Mamasa

    Pusdalops BPBD Sulbar Terima Laporan Kejadian Pohon Tumbang di Mamasa

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Plt Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Mamasa untuk proses penanganan dilakukan dengan cepat, termasuk memastikan keselamatan warga sekitar dan keamanan bangunan sekolah. “BPBD Sulbar siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Yasir Fattah, Senin (27/10/2025). Ia menambahkan, sesuai petujuk dan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, pemerintah daerah […]

  • Jelang Ramadan, Pemprov Sulbar Pastikan Ada Penyesuaian Jam Kerja

    Jelang Ramadan, Pemprov Sulbar Pastikan Ada Penyesuaian Jam Kerja

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 142
    • 0Komentar

    “Untuk jam pulang, kalau hari biasa biasanya sekira pukul 16.00 atau 16.30 WITA. Sementara khusus hari Jumat, jam kerja biasanya sedikit lebih panjang dan kemungkinan sampai sekira pukul 17.00 WITA,” jelasnya. Menurut Junda Maulana, penyesuaian jam kerja tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan ibadah puasa, sekaligus memastikan produktivitas dan pelayanan publik tetap berjalan optimal. […]

  • Disperkimtanhub Turunkan Personel LLAJ Atur Arus Kendaraan di Lingkungan Perkantoran Pemprov Sulbar

    Disperkimtanhub Turunkan Personel LLAJ Atur Arus Kendaraan di Lingkungan Perkantoran Pemprov Sulbar

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan rutin Disperkimtanhub Sulbar dalam mendukung kelancaran aktivitas pemerintahan sekaligus meningkatkan disiplin berlalu lintas di lingkungan perkantoran Pemprov Sulbar. Selain melakukan pengamanan, petugas juga memberikan imbauan kepada pengendara agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan helm bagi pengendara roda dua, serta tidak memarkir kendaraan sembarangan. Dengan adanya pengamanan lalu […]

  • Polda Sulbar dan Dinsos Matangkan Usulan Calon Pahlawan Nasional

    Polda Sulbar dan Dinsos Matangkan Usulan Calon Pahlawan Nasional

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 261
    • 0Komentar

    “Dinsos Sulbar berkomitmen melengkapi seluruh data dan dokumen pendukung usulan tersebut,” ucap Idham A. Gello yang juga sebagai Sekretaris Tim Sekretariat TP2GD Sulbar. Kedua pihak sepakat terus berkoordinasi agar proses verifikasi berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang optimal. Usulan calon pahlawan nasional ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Sulawesi Barat meneladani semangat juang dan pengabdian para pahlawan. […]

  • TNI-Polri Operasi Yustisi di Tampaure

    TNI-Polri Operasi Yustisi di Tampaure

    • calendar_month Sel, 12 Jan 2021
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 219
    • 0Komentar

    ” Operasi yustisi ini gencar kami lakukan untuk menekan penyebaran virus corona di Pasangkayu. Kita berharap wabah ini segera berlalu, sehingga kita semua bisa beraktifitas normal seperti dulu lagi” ujar Kapten Inf Ismail. Ia mengimbau masyarakat membangun kesadaran bersama untuk mematuhi prokes. Sebab hanya langkah itu yang saat ini dinilai ampuh memutus mata rantai Covid-19.(nur)

expand_less