DLHK Sulbar Gelar Sekolah Lapang Iklim 2026 di Mamuju, Perkuat Edukasi Generasi Muda Hadapi Perubahan Iklim
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 19 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Kepala DLHK Sulbar juga menekankan pentingnya edukasi sejak dini kepada generasi muda agar memiliki pemahaman yang lebih baik terkait perubahan iklim dan kesiapsiagaan bencana.
“Melalui kegiatan ini peserta tidak hanya mendapatkan materi terkait perubahan cuaca dan iklim, tetapi juga pembelajaran tentang adaptasi perubahan iklim, pengelolaan sampah, praktik pemilahan sampah, hingga materi kebencanaan yang dibimbing langsung oleh para narasumber melalui praktik lapangan,” tambahnya.
Selain menjadi sarana transfer pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman antar peserta serta narasumber dalam membangun kesadaran lingkungan dan budaya tanggap iklim di kalangan pelajar.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah, Ustadz Amiruddin, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai Sekolah Lapang Iklim merupakan langkah strategis dan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sadar iklim.
“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi menjadi upaya membangun generasi yang sadar iklim. Kami berharap peserta dapat belajar secara langsung, interaktif, dan praktis di lapangan,” ujarnya.
Adapun narasumber dalam kegiatan ini diantaranya, Kepala Bidang PSLB3 dan PPKL, Alexander Bontong, memberikan materi mengenai pengenalan cuaca dan iklim serta pemilahan sampah kepada para peserta, Syukriah yang membawakan materi dan praktik terkait perubahan iklim serta kebencanaan.
Melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim Tahun 2026 ini, DLHK Sulbar berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang peduli lingkungan, tangguh menghadapi perubahan iklim, serta aktif dalam mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Sulawesi Barat.
- Penulis: Ekspos Sulbar
