Penamatan Pesantren Nuhiyah Pambusuang, Syamsul Samad Beri Bantuan dan Biayai Siswa Lanjut ke Perguruan Tinggi
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Syamsul Samad yang juga sebagai Ketua KONI Sulbar saat menghadiri kegiatan penamatan siswa-siswi MI, MTs, dan MA Pesantren Nuhiyah Pambusuang Tahun Ajaran 2025/2026 di Polewali Mandar, Senin 18 Mei 2026. --dok istimewa--
EKSPOSSULBAR.CO.ID, POLMAN – Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Syamsul Samad menghadiri kegiatan penamatan siswa-siswi MI, MTs, dan MA Pesantren Nuhiyah Pambusuang Tahun Ajaran 2025/2026 di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Dalam kesempatan tersebut, Syamsul Samad menyampaikan sambutan penuh motivasi dan refleksi tentang dunia pesantren, pendidikan, serta pentingnya menghormati guru.
Ia mengaku awalnya hanya diundang untuk menghadiri acara, bukan memberikan sambutan. Namun, ia merasa terhormat karena diberi kesempatan berbicara di lingkungan pesantren.
“Tapi bukan undangan sambutan, melainkan undangan untuk menghadiri. Namun setibanya di sini, saya diminta memberikan sambutan. Bagi saya ini suatu kehormatan bisa memberikan sambutan di pesantren, sebagai anak yang bukan berasal dari pesantren,” ujar Syamsul Samad.
Dalam sambutannya, Syamsul Samad yang juga sebagai Ketua KONI Sulbar itu juga mengungkapkan dua harapan yang menurutnya akan ia pilih jika waktu bisa diputar kembali. Salah satunya adalah keinginannya untuk merasakan pendidikan di pesantren sejak kecil.
“Kalau waktu bisa diputar kembali, saya ingin sekolah di pesantren. Karena tidak semua anak diberi keberkahan takdir untuk hidup di pesantren,” katanya.
Menurut Syamsul Samad, Pesantren Nuhiyah Pambusuang memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir, serta pemahaman keagamaan para santri melalui tradisi belajar kitab kuning dan pendidikan karakter yang kuat. Ia juga mengapresiasi banyaknya alumni pesantren yang sukses di berbagai bidang, mulai dari organisasi kemasyarakatan, akademik, hingga pemerintahan.
“Mereka memiliki kemampuan public speaking yang bagus dan argumentasi yang kuat. Itu ciri khas anak-anak pesantren,” tutur Syamsul Samad.
- Penulis: Ekspos Sulbar
