Tanggap Darurat Serangan Ulat Grayak, DTPHP Sulbar Laksanakan Gerdal OPT pada Lahan Bawang Merah di Polman
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Sel, 14 Apr 2026
- comment 0 komentar

EKSPOSSULBAR.CO.ID, POLMAN – Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Sulawesi Barat (Sulbar) melalui UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT Ulat Grayak (Spodoptera) pada lahan pertanaman bawang merah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Senin (13/04/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan pada tiga kelompok tani (poktan), yakni di Desa Bala dan Desa Lambanan, Kecamatan Balanipa, serta Desa Suruang, Kecamatan Campalagian.
Adapun luas lahan yang menjadi sasaran pengendalian meliputi 15 hektare di Desa Bala, 6 hektare di Desa Lambanan, serta di Desa Suruang.
Dalam pelaksanaannya, Penanggungjawab Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Rea Timur, Yonatan mengakomodir secara langsung kegiatan Gerdal OPT Spodoptera ini oleh POPT yang bertugas di Kecamatan tersebut. Selain itu, juga turut berpartisipasi Disbuntarnak Polman, BPP setempat untuk memastikan secara langsung gerakan pengendalian OPT dalam menekan perkembangan hama yang terus merusak tanaman bawang merah petani.
Yonatan menerangkan, bahwa terdeteksi serangan ulat grayak pada lahan bawang merah dengan intensitas serangan sekitar 40 persen di umur tanaman 50-65 HST dengan total luas serangan mencapai 43 hektare, sehingga petani melakukan kegiatan pengendalian ini untuk mencegah kehilangan hasil yang lebih tinggi.
“Tindakan pengendalian yang direkomendasikan, yaitu pengendalian secara kimia dengan menggunakan insektisida berbahan aktif dimehipo 400 g/L”, ujar Yonatan.
Yonatan menegaskan, kegiatan yang melibatkan seluruh anggota poktan ini diharapkan dapat menekan perkembangan populasi hama, mengurangi penurunan produksi/kerugian petani serta mampu memutus siklus hidup hama.
“Rekomendasi anjuran yang diberikan kepada petani terdiri streatmen benih dan rotasi tanaman dengan golongan legum atau kacang-kacangan, sehingga ini dapat meminimalisir kerugian petani dan hasil produksi dapat menjadi maksimal,” ucapnya.
- Penulis: Ekspos Sulbar
